Cerita di Balik Seragam Pramugari Garuda Indonesia Yang Berjuluk Kebaya Pertiwi Karya Anne Avantie

KITAMUDAMEDIA –  Para penumpang penerbangan Garuda Indonesia GA238 Jakarta-Semarang dikejutkan oleh seragam para pramugari yang tampak berbeda.

Para pramugari tampak anggun mengenakan kebaya brokat berwarna merah muda berpadu kain batik buketan. Bukan seragam biasa, kebaya yang digunakan ternyata merupakan karya Desainer kondang Anne Avantie yang baru diluncurkan hari ini, Rabu (3/7/2019).

Kekaguman para penumpang tersebut disampaikan oleh Anne dan juga para pramugari.

Tak jarang penumpang yang kagum juga memegang kebaya dan kain yang dikenakan pramugari.

“Ada yang tanya ini bisa dibeli enggak, foto-foto, pegang bajunya, kainnya,” kata Anne saat dihubungi, Rabu sore.

Tak hanya para penumpang, pramugari yang mengenakan kebaya rancangan Anne ternyata tak kalah senang. Meski berkebaya, ternyata gerak mereka dalam melayani penumpang sama sekali tidak terhambat.

“Pramugarinya excited sekali. Mereka bilang nyaman banget,” tutur Anne.

Proses kebaya ini ternyata tak memakan waktu lama. Menurut Anne, prosesnya tak sampai dua bulan dan sudah memasuki masa pemotretan pada April lalu.

Hanya saja, publikasi baru dilakukan bersamaan dengan peluncuran kebaya tersebut.

Cepatnya proses juga tak lepas dari penguatan filosofi yang sudah dilakukan sebelum dituangkan ke dalam bentuk desain. Sehingga pesan moral tersampaikan jelas lewat setiap bagian busana.

“Saya mengajukan desain, kemudian approval dan tidak mengalami perubahan. Itu mempercepat prosesnya,” kata dia

Lalu, apa makna di balik kebaya yang dirancang Anne untuk Garuda Indonesia ini?


Kebaya yang dirancang Anne khusus untuk pramugari Garuda Indonesia ini diberi nama “Kebaya Pertiwi” dan memiliki banyak pesan moral di baliknya.

Mulai dari pemilihan warna lembut yang menggambarkan kelembutan wanita. Ini merupakan filosofi pelayanan pramugari Garuda Indonesia yang penuh kelembutan.

Bordir Kembang Setaman juga memiliki makna lainnya. Bunga yang selalu memberikan keharuman menjadi filosofi bahwa Garuda Indonesia selalu membawa keharuman bagi bangsa Indonesia.

Motif batik buketan juga tak sembarang dipilih. Motif yang memiliki filosofi nilai kewibawaan tersebut menguatkan filosofi keseluruhan bahwa para pramugari Garuda Indonesia melayani dengan penuh kelembutan dan wibawa, serta mengharumkan nama bangsa.

Pada bagian pinggang juga tersemat kain berwarna ungu muda yang dibentuk seperti obi. Namun, kata Anne, kain tersebut adalah sampur atau kain yang digunakan orang Jawa untuk menari dengan gerakan yang gemulai.

Sementara kata “pertiwi” dari nama seragam tersebut merupakan ibu pertiwi atau ibu bumi.

“Ibu pertiwi sebetulnya adalah ibu bumi. Jadi betapapun tingginya seseorang perempuan terbang, kakinya harus tetap menapak di bumi,” kata Anne.

*Sumber : Kompas.com

Penulis: Nabilla Tashandra
Editor : Kartika Anwar

Leave a Reply

Hi Kawula Muda
Powered by