Alih – alih Menyambung Silaturahmi, Guru PAUD Ini Malah Dicabuli Teman SMPnya

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Bertemu rekan semasa Sekolah ternyata membawa petaka bagi Cinta (bukan nama sebenarnya). Kehormatannya nyaris direnggut oleh temannya sendiri, semasa di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Setelah lama tak berjumpa, Cinta dan tersangka Fi (21) kembali saling menyapa melalui media sosial facebook.  Singkat cerita, keduanya saling bertukar kabar melalui messenger dan memutuskan untuk bertemu.

Sabtu (22/6/2019) malam, sekira pukul 21.00 Wita pertemuan keduanya terjadi di rumah paman korban, Jalan Kapal Layar 5 Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara.

Kondisi rumah yang sepi, membuat Fi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melancarkan aksi cabulnya.

Cinta yang saat itu hanya ditemani keponakannya yang berusia 5  tahun, tak berfikir Fi akan berbuat jahat. Seperti selayaknya tamu, Fi pun dipersilahkan masuk ke dalam rumah, tepatnya di ruang tamu. 

Keduanya berbincang seperti umumnya kawan yang baru bertemu setelah lama terpisah. Namun tanpa disangka Fi seketika memaksa mencium bibir korban, bahkan sempat membuka kancing baju, meraba payudara dan memaksa Cinta berbaring di sofa.

Sekuat tenaga Cinta berusaha melawan dengan berusaha menendang badan Fi. Beruntung gadis belia itu berhasil lepas dan berlari menjauh.

“Belum terjadi persetubuhan, tapi tersangka sudah berupaya mendorong dan menindis korban hingga terlentang di atas sofa,” ungkap Ipda Yasid Kanit Reskrim Polsek Bontang Utara.

Korban yang merupakan  guru pendidikan anak usia dini (PAUD) itu berhasil kabur dengan menendang paha bagian kanan tersangka, kemudian kabur menuju kamar keponakannya dan mengunci pintu.

“Malam itu juga korban langsung melapor, sehingga tersangka juga langsung kami tahan. Dari hasil visum, korban mengalami memar dibagian punggung,” ujarnya.

Atas perbuatannya pria yang bekerja di salah satu bengkel di Kota Bontang ini, akan dijerat pasal 289 KUHP pidana tentang tindak pencabulan.

Baca Juga  Soal Pembangunan Tenda Darurat di RSUD, Toetoek Fokus Tingkatkan SDM

“Ancamannya 9 tahun penjara,” tandas Kanit Reskrim Polres Bontang Utara. (KA)

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply