Mantap Maju Pilkada, Dasuki : Jika Tidak Dipilih Neni, Tetap ASN

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Dasuki memenuhi janjinya untuk datang langsung mengembalikan formulir pendaftaran dirinya sebagai bakal calon wakil wali kota ke partai Golongan Karya (Golkar) Kota Bontang. Diantar oleh ratusan pendukungnya yang diiringi kesenian Jawa, pada Jumat (10/12020). Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bontang itu menyebut mantap untuk maju, dan siap menanggalkan jabatannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Statusnya sebagai ASN menurutnya tidak menjadi tembok penghalang untuk terus maju dalam kontestasi pilkada. Mantan Kepala Dinas Pendidikan itu menyebut bahwa ia maju dengan mengacu pada Mahkamah Konstitusi yang memperbolehkan ASN untuk mendaftar sebagai kepala daerah maupun wakil tanpa harus mundur, sebelum adanya penetapan dari KPU.

Ia juga siap menjalankan persyaratan yang diajukan oleh Partai Golkar terhadap seluruh calon wakil wali kota yang melamar di partai berlambang pohon beringin tersebut, wajib melakukan sosialisasi di kelurahan-kelurahan, minimal 8 kelurahan, dari total 15 di Bontang.

“Saya akan memperkenalkan diri, gak boleh? ASN boleh mendaftar, juga punya hak politik serta hak keadilan. Kalau saya kemudian melewati jalan ini dan harus ditabrakan kode etik atau netralitas maka MK akan mengatakan tidak fair. Ini adalah asas keadilan,” tandasnya.

Dasuki Kembalikan Formulir Bacalon Wawali ke Golkar

Dasuki yang juga memegang tampuk pimpinan Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (IKAPAKARTI) mengklaim telah mendapatkan dukungan dari 30 paguyuban dan komunitas Jawa di Bontang. Hal tersebut membuat ia semakin mantap untuk maju. Dasuki menegaskan bahwa kehadirannya di kancah politik bukan hanya menjual identitasnya sebagai tokoh penting dalam paguyuban etnis Jawa, tetapi menawarkan berbagai program yang berkenaan dengan kesiapannya dalam membantu pelaksanaan tata pemerintahan kedepannya.

“Jika dipilih saya akan all out dengan capacity building dan human capital yang dimaksimalkan di seluruh ranting kecamatan hingga tingkat kota. Tapi, jika tidak terpilih saya akan kembali mengabdi di jalur ASN,” sebutnya.

Sementara, Ketua penjaringan sekaligus Ketua Harian II Partai Golkar Arham menyebut, saat ini telah terdapat 8 bakal calon yang telah mengembalikan formulir ke Partai Golkar. Adapun penetapan siapa nantinya yang akan dipilih untuk mendampingi calon petahana sekaligus ketua DPD II Golkar Neni Moerniaeni, baru akan diketahui pada Maret mendatang.

“Kita akan mulai sosialisasi ke kelurahan-kelurahan pada 15 Januari nanti,” pungkasnya.

Reporter : Yulianti Basri
Editor : Kartika Anwar

Leave a Reply