37 Tahun Masih Eksis, Warung Pojok Pertahankan Masak Pakai Tungku

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Kuliner di kota taman, semakin beragam dengan citarasa modern alias kebarat – baratan. Namun banyaknya cafe kekinian yang bermunculan, ternyata tak menenggelamkan warung legendaris yang kini menginjak usia 37 tahun.

Ya, warung pojok. Warung dengan khasnya yang sederhana dan merakyat ini tak dipungkiri, memiliki pelanggan yang masih setia. Terletak di Jalan Sutan Syahrir Tanjung Laut Indah atau tepat berada di samping Masjid Al Hijrah, warung keluarga yang dikelola oleh Wahyuningsih (47) beserta saudaranya tidak pernah menghilangkan bentuk dan pondasi bangunan lama sebagai ciri khas dan sejarah lampau yang masih terjaga.

Usaha turun temurun tersebut bahkan masih menggunakan tungku, dengan bahan bakar kayu. Selain merupakan tradisi, menurut Wahyuningsih mereka berkeyakinan bahwa kenikmatan hasil masakan juga dipengaruhi memasak dengan tungku.

“Dari awal buka saya masih gadis waktu itu Mbah masih pakai tungku, sampai sekarang kita pertahankan, rasanya juga beda, lebih enak dan pulen dibandingkan pakai kompor,” ujar Wahyuningsih saat ditemui oleh redaksi kitamudamedia.com, Kamis (13/2/2020) di warungnya. 

Dalam seharinya, warung pojok bisa menghabiskan 75 sampai 80 kilogram beras, atau setara dengan 560 bungkus nasi. Disini, menawarkan panganan nasi campur dan nasi pecel dengan lauk yang beragam. Namun yang paling khas yakni botok artinya.

“Dulu dari harga 500 rupiah sudah dapat nasi sama ayam lengkap minumnya juga,” ucapnya.

Wahyuningsih menambahkan semakin bertambahnya usia, mereka memantapkan diri untuk tetap melayani pelanggan dengan konsep yang sama.  Harga yang relatif murah menjadikan Warung Pojok menjadi salah satu kuliner yang wajib untuk dinikmati, Kawula Muda.

“Satu porsinya Rp 12 ribu, kalau sama es teh cuma Rp 15 ribu,” pungkasnya.

Reporter : Yulianti Basri

Editor : Kartika Anwar

Leave a Reply