Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Dishub : Penutupan Traffic Light RSUD Tidak Memungkinkan, Kecuali Pemotongan Bukit

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Dinas Perhubungan (Dishub) Kamis ini (5/3/2020) berencana akan melakukan rapat dengan Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) terkait keberadaan traffic light di simpang RSUD Taman Husada Bontang.

Kepala Dishub Bontang Kamilan, menyebut bahwa penutupan traffic light di lokasi tersebut tidak memungkinkan. Mengingat jika kendaraan yang hendak masuk ke RSUD harus melewati kapsulan yang tepat berada di tanjakan, justru semakin riskan.

“Naik ke atas, lebih memungkinkan kecelakaan juga, apalagi dari arah Samarinda itu kan tanjakan,” ujarnya.

Pilihan lain ditambahkan Kamilan, pihaknya akan mengusulkan pemotongan tanjakan yang konturnya berbukit terbilang tinggi, sehingga rencananya akan diratakan. Namun, hal itu nantinya akan dibahas dalam Forum LLAJ. Jika disetujui, maka Dishub segera bersurat ke Pusat.

“Itu jalan nasional, kalau memang dalam forum LLAJ disetujui, maka kita akan segera usulkan dengan bersurat langsung ke pusat,” tuturnya.

Kamilan menyebut turut prihatin dengan peristiwa kecelakaan beruntun yang menewaskan dua orang korban. Alternatif lain pihaknya akan memasang tanda hati-hati, agar pengendara dapat menurunkan kecepatan dan mengetahui adanya traffic light.

“Kecelakaan itu kan banyak faktor entah dari kendaraan yang tidak layak maupun dari pengendaranya sendiri,” katanya.

Senada, Kasat Lantas AKP Imam Syafii mengatakan akan mengevaluasi keberadaan traffic light tersebut, mengingat banyaknya kecelakaan maut di lokasi yang sama. Namun menurutnya, jika traffic light tersebut ditutup, maka resiko pintu masuk ke rumah sakit akan lebih jauh.

“Nanti tunggu kesepakatan, kita akan duduk bersama. Saat ini kami fokus dulu pada penyelesaian kecelakaan kemarin,” tegasnya.

Sebelumnya, pada 2017 lalu juga terjadi kecelakaan beruntun di lokasi yang sama, yang menewaskan dua orang pengendara, yakni ibu hamil beserta anaknya yang masih dalam kandungan berusia 7 bulan.

Baca Juga  Kepala Balai : 40.000 Hektar Lahan TNK di Klaim Milik Ahli Waris Kerajaan Kutai Mulawarman

Reporter : Yulianti Basri

Editor : Kartika Anwar

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply