Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Kenalkan Musik Oklik, Begini Cara Paklek Pentol Lestarikan Kesenian Daerah

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Banyak cara untuk melestarikan seni budaya asli Indonesia. Salah satunya lewat musik. Itu yang coba dilakukan Komunitas Kesenian Oklik Bontang, grup musik pelestari musik bambu asal Bojonegoro yang beranggotakan para paklek pentol.

Oklik adalah kesenian tradisional yang menggunakan peralatan sederhana utamanya dari bambu. Dulu, musik oklik ini biasa dimainkan oleh beberapa anak, remaja dengan berkeliling di kampung. Sambil berkeliling kampung, memukul alat musik bambu, galon air, ember plastik dengan berbagai irama yang menarik.

Kini alat-alat untuk memainkan musik oklik lebih sedikit bervariatif , karena dimainkan dengan gabungan alat-alat musik lain seperti kentongan, saron, kenong, gambang, hingga gendang dari drum dan pipa bekas yang dimainkan untuk mengiringi penyanyi.

Lagu dangdut dan Jawa pun bisa diselaraskan dengan apik. Siapa sangka, musik itu dimainkan oleh para pedagang pentol, hingga tukang bangunan. Mereka juga tampil dengan ciri khas blangkon di kepala. “Kalau di kampung kami di Bojonegoro, musik ini untuk membangunkan orang sahur,” kata salah seorang anggota Oklik Bontang sekaligus Sekretaris Paguyuban Bojonegoro Bontang, Muhammad Nur Fakih.

Sehari-harinya komunitas yang beranggotakan 20 orang ini rutin berjualan pada pagi dan sore hari, sementara waktu latihan mereka biasanya pada malam hari di wilayah Tanjung Laut Indah. Tidak hanya hadir untuk melestarikan kesenian daerah, tetapi juga memiliki nilai sosial.

“Kita juga turun galang dana dengan tampil di simpang traffic light, ini yang keempat kalinya, kita ngamen untuk bantu korban kebakaran,” tuturnya.

Inovasi komunitas yang telah ada sejak tahun 2014 ini, sukses menarik perhatian para warga sekitar. Merdunya alunan musik ditambah gaya permainan yang fleksibel dengan beragam genre musik membuat oklik cepat terkenal.

Baca Juga  Siap-Siap Sabtu Nanti Air PDAM Tak Mengalir, Ini Wilayah Yang Terdampak

Harapan Nur Fakih, grup musik oklik dapat lebih dikenal dan dicintai, khususnya dapat menarik para generasi muda untuk belajar dan memainkan alat musik tersebut. “Ayo sama-sama lestarikan kesenian kita,” pungkasnya.

“Asik ternyata musiknya, baguslah semoga bisa jadi contoh untuk melestarikan kesenian daerah,” sebut Iin Warga Bontang Baru.

Reporter : Yulianti Basri
Editor : Kartika Anwar

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply