Januari-Juli 2020, 209 Istri Pilih Menjanda

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Pengadilan Agama Kota Bontang mencatat sebanyak 271 pengajuan perkara perceraian diterima sejak Januari hingga Juli 2020. 209 kasus diantaranya merupakan cerai gugat yang diajukan oleh pihak istri, sementara sisanya 62 kasus yakni cerai talak.

Bahkan saat memasuki era new normal pada awal Juni lalu, gugatan membludak. “Bulan lalu itu ada sekira 80an kasus yang diajukan ke kami,” ujar Humas Pengadilan Agama Bontang, Riduansyah.

Meningkatnya pengajuan perceraian saat tatanan kehidupan baru, lantaran Pengadilan Agama, kembali membuka layanan pengaduan secara manual.

“Waktu masa pandemi, kami arahkan ke pelayanan online, setelah kembali buka tatap muka, ramai sekali yang daftar,” katanya.

Mayoritas alasan dari para pasutri yang bercerai lantaran ketidakharmonisan dalam rumah tangga, didasari adanya pertengkaran terus-menerus. Salah satu pemicunya, yakni faktor ekonomi.

“Karena Bontang merupakan daerah rantau, banyak juga itu yang kasus gaib, artinya pasangannya menghilang tidak tahu kemana,” ujarnya.

Diketahui, Pengadilan Agama tak hanya menerima aduan perkara perceraian. Ada pula urusan perkawinan, dispensasi, waris, wasiat, dan lain sebagainya, dengan total 363 pengaduan. 328 perkara telah diputus, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian.

“Memang 80 persen kasus perceraian yang kita tangani,” pungkasnya.

Reporter : Yulianti Basri
Editor : Kartika Anwar

Baca Juga  Najirah : Perkuat Persatuan Lewat Kekayaan Budaya

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply