Mual setelah Minum Kopi, Begini Baiknya

KITAMUDAMEDIA – Sejumlah orang kerap mengandalkan kopi untuk membantu pikiran fokus dan mata tetap terjaga. Melansir Insider, manfaat minum kopi secara rutin terbukti bisa meningkatkan fungsi otak, mencegah penyakit alzheimer, serta diabetes tipe 2. Kendati punya sederet manfaat untuk kesehatan, namun sebagian orang tidak cocok mengonsumsi minuman berkafein ini.

Ada beberapa orang yang jadi mual setelah minum kopi. Berikut penyebab dan cara menghilangkannya. Penyebab mual setelah minum kopi bisa karena efek samping konsumsi kafein berlebihan. Tak hanya kopi, minum asupan berkafein lain seperti teh, soda, cokelat, dan minuman berenergi juga bisa memicu mual bagi sebagian orang. Dilansir dari Live Strong, kafein adalah stimulan alami. Zat ini diserap ke dalam tubuh dalam waktu 30 menit.

Kafein dapat terserap dengan cepat ke otak, diproses metabolisme di hati, kemudian disaring oleh ginjal. Sebelum meninggalkan tubuh, kafein bisa bertahan di badan orang dewasa selama tiga sampai lima jam. Pada ibu hamil, kafein bertahan di tubuh selama tujuh hingga delapan jam. Sedangkan pada perokok, kafein dapat bertahan selama dua sampai tiga jam. Setiap orang perlu memperhatikan asupan kafein yang dikonsumsi setiap hari.

Menurut Mayo Clinic, batas aman konsumsi kafein agar tidak mengganggu kesehatan adalah sebanyak 400 miligram, atau setara tiga cangkir kopi per hari. Jika konsumsi kopi lebih dari jumlah tersebut, seseorang bisa mengalami gejala kelebihan kafein, di antaranya:
Mual
Sakit kepala
Susah tidur
Jantung berdebar
Sering kencing

Jika Anda tidak merasa kelebihan kafein tetap mual setelah minum kopi, bisa jadi penyebabnya karena sensitif kafein. Ahli gizi dari Ann Arbor, Michigan, AS, Leah Heck, RDN, menyebut beberapa orang sensitif pada kafein. “Usia dan berat badan bisa mengubah laju metabolisme kafein. Sehingga, bisa saja orang jadi lebih sensitif pada kafein,” jelas Heck.

Penelitian menunjukkan, sensitif pada kafein dapat muncul karena pengaruh gen CYP1A2 dan ADORA2A. Menurut studi, gen CYP1A2 terkait dengan metabolisme kafein. Sedangkan, gen ADORA2A memengaruhi kecemasan setelah mengonsumsi kafein. Aktivitas gen tersebut bervariasi, tergantung jenis kelamin, ras, dan kondisi kesehatan. Mual bisa lebih parah apabila minum kopi saat perut kosong. Menurut Cleveland Clinic, kafein dapat memicu pelepasan asam lambung biang maag dan gangguan pencernaan. Sensitivitas kafein biasanya meningkat selama kehamilan. Ibu hamil yang mengonsumsi kafein biasanya jadi mual, gelisah, dan sampai susah tidur.

Hal itu dipengaruhi perubahan metabolisme saat hamil, sehingga efek stimulan kopi lebih lama bertahan pada ibu hamil. Alhasil, ibu hamil disarankan untuk membatasi kafein hanya 200 miligram per hari untuk menghindari efek negatif seperti mual setelah minum kopi.

Cara menghilangkan mual setelah minum kopi yang paling baik adalah menghilangkan efek samping kafein. Biarkan tubuh memetabolisme kafein dari kopi untuk menghilangkan rasa tidak nyaman tersebut. Ketika menunggu gejala berlalu, upayakan untuk tetap terhidrasi atau minum banyak air putih. Selama proses pemulihan, hindari mengonsumsi kafein tambahan baik dari teh, cokelat, soda, atau minuman berenergi. Selain itu, ada baiknya memahami kondisi tubuh saat bereaksi pada banyak hal. Termasuk minum kopi. Apabila Anda selalu mual setelah minum kopi, pertimbangkan opsi minuman lain yang minim efek samping. (Kompas)

Editor : Redaksi

Leave a Reply