Produktif Saat Belajar dari Rumah, Pelajar Bikin Kertas dari Gedebok Pisang+

KITAMUDAMEDIA – Banyak pelajar yang memanfaatkan masa belajar dari rumah dengan kegiatan yang produktif, mengubah limbah gedebok pisang jadi kertas misalnya. Hal ini dilakukan oleh sejumlah pelajar SMKN di Jambi, dibina oleh  Pertamina EP Jambi Field.

Saat ditemui, Ahadi Kurniawan (14), salah satu pelajar, tampak memotong-motong gedebok pisang di ruang kerja produksi kertas daur ulang (kedalang).

Setelah gedebok pisang dipotong sebesar telapak tangan, lalu dipotong lagi menjadi seukuran jari kelingking. Setelah itu, hasil potongan dikumpulkan, dibasahi sedikit air, lalu dijemur di atas penyaring berbentuk persegi panjang.

Setelah agak lama gedebok pisang tersebut berubah bentuk seperti keset di atas saringan itu. Satu gedebok pisang itu bisa digunakan untuk membuat puluhan kertas. 

“Kalau tak pakai ini kertasnya warna biru jadinya,” kata remaja yang kerap disapa Aad ini. Sementra Aad memotongi gedebok pisang, Gibran Ega Syahla (15), pelajar lain, bertugas mengambil beberapa genggam kertas yang sudah dihancurkan pada sebuah kantong plastik besar. Kertas-kertas persegi panjang kecil itu dimasukkannya dalam ember dan direndam sekitar satu jam. Selanjutnya kertas yang sudah lembek itu diambilnya segenggam dan dimasukkan ke blender.

Menambah uang saku
Dia menyobek sedikit gedebok pisang kering dan memasukkannya ke blender yang sama. Gibran kemudian memasukkan air sampai penuh ke blender warna merah marun itu.

Sekitar 1 atau 2 menit kertas itu hancur dan bercampur dengan gedebok pisang, Gibran menuangkannya dalam wadah air sedang berbentuk peti kecil. Agar bisa membuat sekali banyak, Gibran mengulangi pekerjaannya tadi.

Kemudian, Aad menyaring kertas dalam wadah belacu tersebut sekalian mencetaknya. Namun sebelum dicetak dan dijemur dia mencabut plastik-plastik kecil dengan pinset di kertas yang masih lembek itu. “Plastik-plastik ini kalau ikut tercetak di kertas, pas digunakan untuk print dia tidak muncul alias kosong. Karena itu plastikya harus dibuang,” kata siswa SMKN 3 Jambi ini.

Baca Juga  Kegigihan Penyandang Disabilitas Blitar Ubah Limbah Kayu Jadi Nilai Jual Tinggi

Produksi 30-60 kertas ramah lingkungan dalam sehari
Aad mengatakan alau plastik-plastik berwarna masih mudah diidentifikasi, yang sulit adalah plastik transparan. Kadang lolos dari pembersihan. Sulitnya lagi plastik itu ikut hancur dengan mesin penghancur kertas sehingga ukurannya keci-kecil. Setelah sekiranya bersih, pencetaknya diangkat dan wadah dari papan dan belacu diletakkan di lapangan depan ruang produksi untuk dijemur. Sehari Aad dan Gibran bisa menghasilkan 30 sampai 60 lembar kertas.

“Semakin banyak kita buat semakin banyak dapat duitnya,” kata Aad tersenyum. Mereka mengatakan bisa dapat ratusan ribu rupiah dalam sebulan.

Memanfaatkan waktu luang
Aad dan Gibran satu sekolah dan ingin mengambil jurusan teknik listrik di sekolahnya. Sudah cukup lama mereka belajar dari rumah. Mereka senang-senang saja ada kegiatan di gerai energi ini. Selain mengisi waktu positif mereka juga dapat uang jajan tambahan.

Sebelum ikut serta dapat pembuatan kertas ini Gibran dan Aad bermain saja dengan teman atau membuat-buat alat dari barang bekas. “Iya Aad tuh senang bikin-bikin alat dari barang bekas,” kata Gibran.

Selama pandemi mereka belajar daring. Karena itu orang tua mereka menawari mereka bekerja paruh waktu sembari mempertajam softskillnya di rumah produksi kedalang (kertas daur ulang) ini, mereka mau-mau saja. Mereka kemudian tertawa dan melanjutan kerja mereka. Senin sampai Jumat mereka bisa bekerja dari jam 9 atau 10 dan dilanjutkan sehabis makan siang hingga sore. Namun jika ada halangan seperi hujan dan mereka tidak datang itu tak apa, mereka bisa mengerjakannya tanpa tekanan harus menghasilkan berapa sehari.

Program gerai energi untuk warga
CDO Pertamina EP Jambi Field Muhammad Zainul Arifin yan mendampingi program kedalang (kertas daur ulang) ini adalah turunan dari rumah belajar Rumbai yang merupakan binaan pertamina dan juga termasuk dalam program gerai energi.

Baca Juga  2 Bersaudara di Probolinggo Sulap Talenan Lukis Jadi Barang Bernilai Tinggi

CDO Pertamina EP Jambi Field Muhammad Zainul Arifin yan mendampingi program kedalang (kertas daur ulang) ini adalah turunan dari rumah belajar Rumbai yang merupakan binaan pertamina dan juga termasuk dalam program gerai energi.

Gerai energi ini berada di kelurahan Kenali Asam Atas, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi. “Kita berusaha dan berharap ada kolaborasi antara perusahaan dan gerai energi. Kita memanfaatkan kertas bekas di lingkup perusahaan dan perkantoran,” katanya saat ditemui Kompas.com di gerai energi hidroponik berkah.

“Ketimbang dibuang mending kita ambil dan kita olah lagi. Kertas itu kemudian kita campur dengan gedebok pisang,” katanya. Selanjutnya diolah dan kembali dijadikan kertas yang agak tebal. Kertas tersebut dimanfaatkan kembali baik untuk sertifikat atau kemasan barang. “Ada yang dibeli lagi perusahan lagi. Dan kita kan juga punya beberapa binaan seperti batik dan sablon. Nah mereka memanfaatkan kertas itu sebagai packaging. Jadi lebih ramah lingkungan,” katanya. (Kompas)

Editor : Redaksi


Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply