Umrah di Tengah Covid-19: Diawali Karantina dan Kesan VIP

KITAMUDAMEDIA – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membuka akses ibadah umrah bagi calon jemaah dari luar negara tersebut terhitung mulai Minggu (1/11) kemarin.

Sebelumnya, Arab telah menutup penyelenggaraan ibadah umrah bagi jemaah dari luar negara tersebut sejak akhir Februari 2020 lalu imbas pandemi virus corona (Covid-19).

Ketika baru dibuka kembali awal November ini, Konsul Haji KJRI di Jeddah Endang Jumali mencatat sebanyak 224 calon jemaah umrah asal Indonesia dari kloter pertama sudah mendarat di Arab Saudi.

Tapi, mereka yang tiba di Arab Saudi pada Minggu sore waktu setempat itu tak bisa langsung menuju tanah suci untuk beribadah. Mereka wajib menjalani masa karantina mandiri selama tiga hari dua malam.

Salah satu jemaah umrah kloter pertama itu adalah Azhar Aliyah asal Makassar, Sulawesi Selatan.

Azhar mengaku harus menjalani masa karantina di hotel sebelum mulai melakukan serangkaian ibadah umrah pada hari ini, Rabu (4/11).

Dalam masa karantina itu, Azhar menetap di dalam kamar yang berkapasitas maksimal dua orang, juga dilarang bepergian keluar kamar selama setidaknya tiga hari. Meskipun demikian, ia bersyukur bisa jadi bagian dari kloter pertama umrah setelah dibuka kembali oleh Arab Saudi di tengah pandemi Covid-19.

“Bisa menjadi orang yang bisa berangkat umrah di tengah situasi seperti ini, menurut saya merupakan tantangan sekaligus karunia Allah yang sangat luar biasa. Menurut saya sebagai jemaah, tidak semua orang diberi kesempatan seperti ini,” kata Azhar. Selasa (3/11).

Selain itu, ia mengaku harus bisa beradaptasi dengan wajah baru kawasan tanah suci yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya saat ia mengunjungi Mekkah.

Kini, ia harus terbiasa memakai masker di manapun berada kelak. Selain itu, katanya, para jemaah pun diperintahkan menjaga jarak antarsesama saat tawaf maupun sa’i kelak.

Baca Juga  Semarak HUT 20TH Bontang, Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Sehat

Tantangan lainnya, kata dia, tentu saja berupaya memperkuat imun diri sehingga tak tertular Covid-19 saat berada di tanah suci hingga kembali ke Inodnesia.

“Saya sudah berdampingan dengan protokol kesehatan selama delapan bulan, apalagi saat Tawaf ada jaga jarak, dalam artian lenggang. Maka kami tidak terlalu khawatir lagi,” kata Azhar.

“Kami menyebutnya new normal umrah, karena segala yang kami lakukan prosesnya sesuai dengan standar protokol kesehatan. Makanya ini sebuah anugerah, karena ada beberapa yang sudah sampai di bandara tidak bisa berangkat karena PCR atau Visa belum keluar,” tambahnya.

Regulasi yang ketat juga berimplikasi pada periode waktu ibadah. Kini, jemaah umrah hanya diperbolehkan menjalankan ibadah umrah sekali saja.

Padahal, biasanya sebelum pandemi Covid-19, seorang jemaah bisa melakoni rukun ibadah umrah berkali-kali dalam seharian penuh sesuai kemampuannya.

Tak hanya itu, ia mendapatkan pula informasi bahwa rentang waktu berdoa di dalam Masjidil Haram, di sekitar Ka’bah juga dibatasi maksimal tiga jam saja.

Kendati demikian, Azhar menganggap pengetatan regulasi itu bukan masalah besar bagi dirinya dan jemaah lain.

“Kalau saya lihat memang kami tidak puas, dan kalau membandingkan dengan situasi normal saya rasa tidak adil ya. Dan yang pastinya kami Insya Allah beribadah dengan kualitas bukan kuantitas,” katanya.

Calon jemaah umrah lain asal Indonesia, Rizky Amelia mengaku semangat menjalani ibadah umrah di tengah pandemi Covid-19. Kekhawatirannya seakan memudar saat melihat protokol kesehatan Covid-19 dijalankan dengan maksimal oleh Pemerintah Arab Saudi.

Dari yang telah dilaluinya, Amelia mengatakan pengecekan data dan hasil pemeriksaan Covid-19 di bandara hingga bus angkutan telah diatur sedemikian rupa.

Bus yang biasanya mengangkut 40 penumpang kini pun hanya bisa mengangkut sekitar 40 persen atau 18 penumpang jemaah saja.

Baca Juga  Seorang Guru di Bontang Lakukan Kekerasan Seksual pada Siswi

“Alhamdulillah kami semua sehat dan perasaan kami berdebar-debar, setelah sekian pekan umrah diberhentikan, dan kami mendarat di Jeddah disambut wajah baru dengan prokes yang sangat amat ketat. Tetapi jemaah Indonesia sangat bahagia,” kata dia yang karib disapa Amel.

Amel menerangkan, protokol utama kesehatan yakni 3M (mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak) pun benar-benar dilihatnya telah dipersiapkan detail di tanah suci ini.

Calon jemaah umrah lain asal Indonesia, Rizky Amelia mengaku semangat menjalani ibadah umrah di tengah pandemi Covid-19. Kekhawatirannya seakan memudar saat melihat protokol kesehatan Covid-19 dijalankan dengan maksimal oleh Pemerintah Arab Saudi.

Dari yang telah dilaluinya, Amelia mengatakan pengecekan data dan hasil pemeriksaan Covid-19 di bandara hingga bus angkutan telah diatur sedemikian rupa.

Bus yang biasanya mengangkut 40 penumpang kini pun hanya bisa mengangkut sekitar 40 persen atau 18 penumpang jemaah saja.

“Alhamdulillah kami semua sehat dan perasaan kami berdebar-debar, setelah sekian pekan umrah diberhentikan, dan kami mendarat di Jeddah disambut wajah baru dengan prokes yang sangat amat ketat. Tetapi jemaah Indonesia sangat bahagia,” kata dia yang karib disapa Amel.

Amel menerangkan, protokol utama kesehatan yakni 3M (mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak) pun benar-benar dilihatnya telah dipersiapkan detail di tanah suci ini.

Ia melihat stok masker dan hand sanitizer telah disiapkan di beberapa titik. Bahkan, ia mengaku mendapat informasi bila ada jemaah yang abai memakai masker akan kena denda seribu riyal atau setara Rp3,8 juta.

Terkait karantina mandiri di hotel, ia mengaku benar-benar diawasi ketat sehingga dirinya tidak diperkenankan keluar dari kamar. Segala kebutuhan logistik seperti makanan telah disiapkan selama tiga kali sehari yang langsung diantar ke kamar masing-masing jemaah.

Baca Juga  Kerja Lamban, Pemkot Layangkan SP1 ke Kontraktor Jembatan Selambai

“Ini umrah new normal ini seperti jamaah haji, tapi VIP istimewa. Dan kita harus dipondokkan dulu selama tiga hari,” kata dia.

Amel pun tak merisaukan terkait durasi waktu ibadah yang dibatasi. Menurutnya ibadah juga masih bisa dilaksanakan di dalam hotel, sedangkan durasi tiga jam itu justru bakal menjadi momen yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. (CNN)

Editor : Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply