Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Banjir Rob Bontang Kuala, Komisi III DPRD Usul Normalisasi Sungai dan Peninggian Jalan

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Komisi III DPRD Bontang Selasa (24/11/2020) melakukan peninjauan ke wilayah Bontang Kuala, yang kerap terkena banjir rob.

Peninjauan diawali di sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bontang. Diketahui, jika banjir rob, 7 ruangan kelas kerap terendam. Dampak dari banjir rob ini sudah terjadi beberapa tahun belakangan ini.

“Untuk jangka pendeknya ya kerja bakti tidak buang sampah sembarangan. Solusi lain juga dengan membangun parit atau saluran tersier, karena kalau untuk bikin tanggul atau bendungan butuh biaya yang tidak sedikit,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Sanitasi, Air Minum dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Kota Bontang Karel.

Parmono Kepala Sekolah MAN Bontang menyebut saat ini yang paling mendesak untuk segera mendapat perbaikan, lantaran kerap terendam saat banjir rob yakni ruang lab, dan sejumlah ruang kelas.

“Sudah lama, tapi kami selalu berusaha agar dapat bantuan untuk meninggikan bangunan yang terdampak banjir,” ujarnya.

Peninjauan yang dilakukan oleh Anggota Komisi III DPRD Abdul Samad, Agus Suhadi, dan Abdul Malik, turut dilakukan di sekitar sungai di Jalan Granit 2. Menurut Abdul Samad, salah satu solusi yang harus dilakukan untuk mengatasi banjir rob ini yakni dengan normalisasi sungai, pembangunan parit besar, hingga peninggian jalan.

“Parit besar 5 meter, kedalaman sekira 4 meter, untuk mengantisipasi naiknya air ke permukaan, jalan juga ditinggikan,” katanya.

Samad berharap pengerjaannya bisa dilakukan pada 2021, upaya mengatasi permasalahan banjir rob ini menurutnya bisa dengan menggunakan dana Bantuan Keuangan (Bankeu), mengingat jalan menuju kawasan pariwisata Bontang Kuala, merupakan jalan nasional.

“Harus serius menangani banjir, kalau bisa 2021 pengerjaannya, jika memang anggaran ada, anggaran mencukupi,” ujarnya.

Baca Juga  Diskop-UKMP Bontang Usulkan Rp 4,7 Miliar untuk Cleaning Service, Komisi II DPRD : Terlalu Besar

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Kota Bontang Tavip Nugroho menyebut, mengingat anggaran terbatas, sehingga penurapan sungai juga tak bisa dilakukan secara menyeluruh dalam waktu dekat. Namun jika pada pembahasan nanti, kawasan yang ditinjau menjadi skala prioritas, maka pembangunan turap kemungkinan bisa dilakukan.

“Tergantung skala prioritas, yang jelas dari panjang sungai 13 kilometer, yang sudah diturap baru sepanjang 3 kilometer saja,” sebutnya.

Perihal peningkatan jalan dikatakan Tavip juga bisa saja dilakukan. Apalagi Jalan Kapten Piere Tendean atau jalan besar menuju kawasan permukiman atas air Bontang Kuala sebelumnya telah ditinjau langsung oleh Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional.

“Ya mungkin ditinggikan, sesuai dengan kondisi di lapangan, cuma kalau sudah ditinggikan 50 cm misalnya kalau mau aman, bagaimana dengan kondisi rumah warga, karena soal rumah bukan kewenangan dari pemerintah, jangan sampai jalan aman tapi masyarakat terdampak,” jelasnya.


Reporter : Yulianti Basri
Editor : Kartika Anwar

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply