Bahaya Diet Tanpa Nasi atau Karbohidrat Lain

KITAMUDAMEDIA – Memiliki tubuh yang ideal adalah hal yang diinginkan oleh semua orang. Ada banyak cara untuk mendapatkan tubuh yang ideal, salah satunya adalah dengan melakukan diet. Kata “diet” berasal dari bahasa Yunani yang artinya cara hidup. Dengan kata lain, diet merupakan cara yang dilakukan untuk menurunkan berat badan.

Banyak orang melakukan diet tanpa mengonsumsi nasi. Mereka berpikir bahwa nasi membuat berat badan bertambah sehingga nasi harus dihindari. Padahal, menurut Dr. Phaidon Lumban Toruan, M.M., salah satu prinsip penting dalam melakukan diet adalah memilih karbohidrat kompleks, seperti nasi merah,roti gandum, pasta, oatmeal, ubi, jagung, dan pisang.

Idealnya, tubuh kita memerlukan 200 gram nasi atau setara dengan 800 kalori setiap harinya. Namun, orang orang yang melakukan diet tanpa nasi tidak menggantinya dengan makanan berkarbohidrat lain. Jika asupan makan tersebut tidak tercapai, maka akan timbul beberapa penyakit. Berikut bahaya diet tanpa nasi atau karbohidrat.

1. Kelelahan

Pada tahap awal tubuh bakal mengalami kelelahan karena tak ada sumber tenaga yang masuk ke dalam tubuh. Akibatnya tubuh lemas dan tak sanggup melakukan aktivitas.

2. Ketosis

ketosis terjadi saat tubuh kehabisan karbohidrat dan memecah lemak sebagai energi. Gejala ketosis meliputi sakit kepala, mual, sulit berkonsentrasi, dan mengalami bau mulut.

3. Kehilangan berat badan

Saat tubuh tidak mengonsumsi karbohidrat, tubuh akan kehilangan berat badan. Namun, kehilangan berat badan ini bukanlah hal yang baik karena tubuh terus-terus merasa lelah.

Organ di dalam tubuh juga tak bisa bekerja maksimal karena kurang pasokan energi. Dalam jangka waktu yang lama berisiko menyebabkan kerusakan organ.

4. Kadar gula darah yang rendah

Karbohidrat diolah menjadi gula oleh tubuh sebagai sumber tenaga. Profesor ahli gizi FKUI Saptawati Bardosono menjelaskan karbohidrat yang tidak terpenuhi dapat menyebabkan kadar gula darah menurun.

5. Koma

Kadar gula darah yang rendah dapat menyebabkan seseorang menjadi koma.

“Biasanya koma karena diet yang ketat dikaitkan dengan kadar gula darah yang turun drastis sehingga sangat rendah dan mengakibatkan koma tersebut,” kata Saptawati, Kamis (8/1).

Oleh karena itu hindari diet tanpa nasi atau sumber karbohidrat lainnya. Sebaiknya jalani diet dengan tetap memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi. Tambahkan pula dengan olahraga agar diet semakin maksimal. (Redaksi)

Leave a Reply