Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Detail Kericuhan Ormas di Penajam yang Menjerat 18 Tersangka, Akibat Berebut Proyek IKN

KITAMUDAMEDIA, Balikpapan – Situasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sempat memanas, beberapa hari lalu. Puluhan orang dari organisasi masyarakat dari luar daerah menyerbu markas ormas di Kecamatan Penajam, PPU. Belasan orang pun dijebloskan ke penjara oleh polisi. Rebutan proyek ibu kota negara (IKN) baru ditengarai menjadi pangkal konflik ini.

Kepala Bidang Humas, Kepolisian Daerah Kaltim, Komisaris Besar Polisi Ade Yaya Suryana, menjelaskan duduk permasalahan kasus ini ini. Sebermula ketika segerombolan orang dari dua ormas di Penajam mendatangi kantor PT Petronesia di Kelurahan Lawe-Lawe, Penajam, pada Selasa siang, 27 April 2021.

Di kantor tersebut, kelompok berjumlah 30 orang ini hendak menemui seorang petinggi PT Petronesia berinisial RH. Namun yang dicarinya belum ada. Mereka lantas ditemui seorang karyawan perusahaan tersebut. Naas, si karyawan malah dianiaya oleh para preman berkedok ormas tersebut.

Selain menganiaya, kelompok ini juga melakukan pengerusakaan barang-barang milik PT Petronesia. Tidak lama kemudian, RH datang menemui mereka. Sama seperti karyawanya, RH juga menjadi bulan-bulanan kelompok tersebut.

“Setelah itu petinggi dan karyawannya dibawa ormas tersebut ke sekretariatnya. Di sana mereka disekap,” kata Kombespol Ade Yaya Suryana kepada awak media di Markas Polda Kaltim, Jumat (30/4).

Tak terima karyawannya disekap, PT Petronesia lantas menghubungi ormas lain di Samarinda. Puluhan orang dari kelompok tersebut lantas berbodong-bondong mendatangi Penajam. Mereka hendak ke seketariat ormas di sana untuk melakukan upaya pembebasan RH dan karyawannya.

Akan tetapi, pergerakan kelompok tersebut berhasil diendus kepolisian. Sebelum penyerangan ke markas ormas di Penajam terjadi, polisi lebih dulu mengamankan dan memeriksa puluhan orang dari ormas asal Kota Tepian.

Hasil pemeriksaan, sebut Ade, polisi menemukan peluhan senjata tajam berbagai jenis yang dibawa kelompok tersebut. Seperti parang sebanyak 24 bilah, badik 29 bilah, anak panah 9 unit, dan 2 buah ketapel. Semua barang-barang tersebut, termasuk para pemiliknya, dibawa petugas ke Mapolda Kaltim untuk diperiksa lebih lanjut.

Baca Juga  Ketok Palu Muskercab PKB, Adi - Basri Tandatangani Komitmen Politik
Senjata tajam berhasil diamankan pihak kepolisian

“Setelah kami melakukan gelar perkara, kami menetapkan 16 orang dari kelompok di Samarinda sebagai tersangka. Mereka juga sudah ditahan di sini,” sebut perwira melati tiga itu.

Selain itu, petugas juga meringkus dan menjadikan dua orang dari ormas di Penajam sebagai tersangka. Keduanya kini ditahan di Mapolres PPU. RH dan karyawannya pun telah dibebaskan. “Kedua tersangka ini ditangkap karena menjadi pelaku utama atas penyekapan dan pengeroyokan terhadap korban,” tambah Ade.

Dua tersangka asal Penajam, polisi menjerat dengan pasal penganiayaan di KUHP dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. Sedangkan 16 tersangka dari Samarinda dikenakan Undang-Undang Darurat 12/1951, tentang Kepemilikan Senjata Tajam.

Ade menerangkan, kasus ini diduga dipicu karena ketidakpuasan ormas di Penajam atas penyelenggaraan proyek IKN yang digarap PT Petronesia di Lawe-Lawe. Ormas di Penajam disebut ingin merebut proyek tersebut. “Yang jelas, kasus ini masih kami dalami lagi,” tutup Kabid Humas Polda Kaltim.

Reporter : Adi
Editor : Kartika Anwar

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply