Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Defisit Air Baku 200 Liter Per Detik, Komisi III Desak Pemkot Segera Susun Anggaran Penggunaan Void

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Kekurangan air baku yang mulai mengkhawatirkan di Kota Bontang terus mendapatkan perhatian DPRD Kota Bontang, khususnya Komisi III. Rencana penggunaan void atau lubang bekas galian tambang milik Indominco menjadi alternatif yang disiapkan.

Dikatakan Suramin, Direktur PDAM Tirta Taman Kota Bontang, kebutuhan air baku di Bontang saat ini mengalami penurunan yang tak sedikit, sekira 200 liter per detik, sehingga untuk mengatasi hal tersebut ada 3 opsi yang bisa digunakan yakni bendungan Marangkayu, bendali Suka Rahmat, dan void atau eks tambang Indominco.

“ Defisit air baku kita sekitar 200 liter per detik, jadi harus segera diatasi,” ujarnya.

Dalam kunjungan kerja ke Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Taman, Selasa (18/5/2021), anggota DPRD Bontang, Abdul Samad mengungkapkan agar pemerintah segera melakukan percepatan terhadap alternatif penggunaan void atau eks tambang Indominco untuk pemenuhan air baku yang mulai menurun.

“Pemkot harus kerja cepat, supaya defisit air baku 200 liter per detik bisa terpenuhi,” ungkapnya.

Kajian penggunaan air baku void atau eks galian tambang Indominco ini sudah diteliti, baik dari Indominco atau dari Politeknik Negeri Samarinda dan hasilnya pun layak pakai. Pemanfaatan air baku dari tambang juga dinilai jauh lebih hemat.

“Saat ini pemerintah tinggal menyusun rencana anggaran untuk pipanisasi dari kolam menuju ke PDAM terdekat dan kami berharap pemerintah bisa segera merampungkan dalam kurun waktu dua bulan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan jika lahan Taman Nasional Kutai (TNK) untuk jalur pipanisasi yang akan dilewati sudah mendapat izin dari Dinas Kehutanan.

“Tinggal pemeliharaan dan operasional proyek pipanisasi dari pemerintah,” pungkasnya.

Reporter : Lia Dewa
Editor : Kartika Anwar

Baca Juga  Golkar, Penjaringan Wawali Dibuka Cuma Sepekan

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply