Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Siap – siap Harga Tempe Tahu Naik Hampir 20 Persen

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Meroketnya harga kedelai membuat para pengrajin tahu dan tempe di Bontang kelimpungan dan akhirnya bakal melakukan aksi mogok produksi selama dua hari (27 sampai 28 Mei mendatang).

Sekretaris Persatuan Pengrajin Tahu Tempe (PPTT) mengungkapkan aksi ini dilakukan sebelum mengumumkan secara resmi kenaikan harga tahu tempe di pasaran agar masyarakat bisa menerima informasi tersebut.

“Nantinya akan ada kenaikan harga setelah rapat internal dengan pengurus lainnya namun tidak mencapai 20 persen. Seperti yang kita ketahui harga tahu sebelumnya Rp 5.000 dan tempe sesuai ukuran dari harga Rp 2.000 sampai Rp 6.000,” ungkapnya, senin (24/5/2021).

Ditambahkan, Arif salah satu anggota PPTT, mengajukan enam usulan diantaranya :

  1. Pemkot dapat memfasilitasi pengrajin untuk mendapat pilihan kedelai
  2. Pemkot melakukan kerjasama dengan pertanian dan perdagangan untuk memberikan akses pasokan hasil kebun
  3. Pemberdayaan teknologi terbaru untuk menekan biaya produksi.
  4. Kami siap bersama Pemkot memutar roda perekonomian kota Bontang dengan memperkenalkan produk olahan
  5. Ingin memanfaatkan persatuan serta pembinaan dari Pemkot tujuannya agar mudah mengapresiasi
  6. Akan ada kenaikan harga

“Kedelai yg ada di kami ini hanya import, itu harganya 12.000 per kg,” ujar Arif.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP), Asdar Ibrahim mengungkapkan jika selama ini kedelai masih di distribusi dari luar negeri. Diantaranya Negara Cina dan Amerika.

“Harganya berangsur melonjak terhitung sejak pandemi, terutama di bulan April dan Mei 2020,” ungkapnya.

Senada, Kepala Seksi (Kasi) Perdagangan Dalam Negeri, Doddy Rosdian, keseragaman harga harus segera dilakukan tapi jangan melebihi dari apa yang ditetapkan pemerintah.

“Kedelai ini masalah global jadi pengrajin harus bisa mensiasati agar tetap berjalan,” pungkasnya.

Baca Juga  Kado Setahun Kepemimpinan Basri- Najirah, Bontang Kebanjiran

Diketahui, meski libur produksi dilakukan selama dua hari stok tahu tempe tetap tersedia di pasaran.

Reporter : Lia Dewa
Editor : Kartika Anwar

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply