Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Lapas Bontang Akui Kecolongan! Napi Kendalikan Peredaran Narkoba dari Balik Jeruji

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Keterlibatan narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Bontang sebagai pengendali peredaran narkotika diakui Kepala Lapas Kelas II A Bontang Ronny Widiyatmoko luput dari perhatian, namun Ia memastikan tidak ada oknum yang terlibat.

“Saya akui memang kami kecolongan, tapi saya jamin tidak ada petugas satupun yang ikut bermain, bahwa sesungguhnya didalam lapas tidak ada peredaran narkoba yang dilakukan oleh petugas,” ujarnya saat konferensi pers di Lapas Bontang, Selasa (10/8/2021).

Sebelumnya, Selasa (3/8/2021) pukul 18.30 Wita, DK (47) warga binaan Lapas Bontang ditangkap setelah ketahuan mengendalikan peredaran sabu seberat 126 kilogram dari balik jeruji. DK kedapatan memiliki handphone (Hp) yang disembunyikan di badanya. Hp tersebut digunakan untuk berkomunikasi dengan para kurir sabu yang berada di luar penjara.

Ditegaskan, Ronny kejadian itu sangat mengejutkan, karena selama ini pihaknya telah melakukan pengawasan yang ketat. Setiap tahanan diberi batas dan aturan khusus untuk berkomunikasi dengan pihak luar. Tidak ada toleransi penggunaan Hp. Selain itu ada razia rutin dan insidentil.

“Kita sudah memfasilitasi wartel (warung telepon) ada 30 perangkat ditambah dengan video online yang bisa dihubungi keluarga, kalau konteks kita melakukan razia ada yang rutin ada yang insidentil, kalau insidentil itu kalau ada yang kita curigai tidak perlu rutin kita langsung bergerak saja,” jelasnya.

Senada, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kaltim Jumadi pun mengakui kecolongan tersebut, menurutnya perlu adanya pengembangan serta peningkatan tim intelijen.

“Berarti pengendalian itu kita tidak tahu, tapi sejauh mana sih peran kami sampai hal ini terjadi, tapi kalau dalam hal ini bisa di bilangin kita kecolongan berarti intelijen kita perlu ditingkatkan,” ungkapnya.

Baca Juga  Arus Balik ke Bontang, Jumlah Penumpang Datang Tembus 972

Tertangkapnya DK, buntut dari kasus penangkapan empat kurir narkotika jenis sabu sebuah hotel di Jalan Padat Karya, Kelurahan Tanjung Selor Timur, Kecamatan Tanjung Selor, pada Minggu (1/8/2021), dengan barang bukti 126 kilogram sabu.

Barang haram asal Malaysia tersebut diduga akan diantar ke Kalimantan oleh SY (42) dan JE (38), selain itu terdapat tersangka lain lagi yakni AJ (27), dan RE (41) keempatnya merupakan kurir, yang diduga dinahkodai oleh DK (47).

Dalam waktu bersamaan, DK masih harus menjalani 5 bulan sisa masa tahanan dari vonis 11 tahun penjara dengan denda 1 M atas kasus yang serupa. Pada kasus itu, Ia merupakan narapidana kiriman dari salah satu Lapas di Samarinda, kemudian menjalani kurungan di Lapas Kelas II A Bontang sejak 12 Agustus 2020 lalu, dan dijadwalkan bebas pada 11 Januari 2022. Sementara untuk kasus barunya ini, warga binaan penghuni kamar Nusantara 2 nomor 8 tersebut diancam hukuman mati.

“Otomatis kalau dia melanggar mungkin pidannya akan dalam, jadi pasti akan ditambah lagi, pasti dia akan di pidana baru, yang pastinya akan berat, barang sedikit saja berat pidananya apalagi ini banyak, nanti dilihat apakah dia terlibat apa tidak,” ujar Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kaltim Jumadi

Saat ini DK sudah diamankan oleh Polda Kaltara sejak Rabu (4/8/2021) pukul 18.30 guna melakukan penyidikan lebih lanjut.

Reporter : Iqbal Tawakkal
Editor : Kartika Anwar

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply