Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Waspada! Ini Gejala Khas Varian Omicron pada Anak-anak

KITAMUDAMEDIA – Kasus COVID-19 varian Omicron belakangan ini lagi ‘ngegas; alias kasusnya naik terus di Indonesia. Tak hanya menyerang orang dewasa, varian ini juga bisa menyerang anak-anak.

Sebagaimana diketahui, di Indonesia telah ditemukan kasus Omicron pada anak. Bahkan, ratusan anak dilaporkan positif COVID-19 varian Omicron.

Sejumlah pakar menyebut varian Omicron memiliki gejala lebih ringan daripada varian COVID-19 lainnya, seperti Delta. Namun, penularan varian Omicron diklaim 5 kali lebih cepat.

Lantas, seperti apa gejala varian Omicron yang dialami oleh anak? Menurut dokter ahli respirologi anak, Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA(K), gejala khas Omicron yang ditemukan dapat berupa demam, sakit tenggorokan, dan masalah pada saluran pencernaan.

“Gejala khas Omicron kalau dilihat dari laporan agak berbeda. Gejala biasanya ada demam, tenggorokan nyeri, dan 20 persen kasus diare atau saluran pencernaan. Anosmia atau kehilangan indra penciuman itu jarang dibandingkan Delta,” kata dr Nastiti saat Live Instagram IDAI, Jumat (04/02/22).

Apabila anak mengalami sejumlah gejala di atas, dokter anak ahli infeksi dan penyakit tropis, Dr dr. Anggraini Alam, SpA(K), menganjurkan tes SWAB atau PCR (polymerase chain reaction) untuk memastikannya.

“Jangan sungkan kalau dokter minta dilakukan pemeriksaan swab, karena satu-satunya yang bisa membedakan Covid dengan penyakit lain ya swab itu. Kalau hasilnya positif jangan panik. Kalau gejala ringan dan isoman, tetap jangan hilang kontak dengan dokter,” kata dr Anggi.

“Jadi jangan menilai kondisi anak sendiri, tetapi biar dokter yang menilai. Dan jangan hanya satu kali kontak dokter, tetapi membutuhkan monitor lebih lanjut,” lanjutnya.

Lalu, apakah varian Omicron bisa menyebabkan MIS-C pada anak?

Multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C) adalah sindrom atau kumpulan gejala peradangan hebat di berbagai sistem organ tubuh yang terjadi setelah anak terkena COVID-19. Di Indonesia, kasus anak dengan MIS-C sudah ditemukan sebelum varian Omicron masuk, Bunda.

Baca Juga  Riset di Cina, Potensi Vaksin COVID-19 Sukses Lindungi Monyet

MIS-C pada anak bisa menyebabkan penurunan kesadaran hingga masalah di sistem kardiovaksular dan saluran cerna. Sejauh ini, laporan mengenai kasus MIS-C pada anak terpapar Omicron belum banyak. Namun, MIS-C tetap bisa menyerang anak yang terpapar varian ini, Bunda.

“Laporan yang membandingkan dengan MIS-C, menurut saya belum banyak. Tapi apakah bisa Omicron menjadi MISC-C? tentu bisa. MIS-C ini kan lebih ke arah respons tubuh terhadap pertahanan tubuh atau sistem pertahanan tubuh yang over membuat peradangan di tubuh lebih tinggi. Jadi ini bisa saja terjadi,” kata Dian.

Hal yang sama juga dikatakan Dokter Anggi. Menurutnya, MIS-C tetap bisa dialami anak yang positif varian Omicron.

“Kita bisa melihat laporan tidak se-intens dulu untuk data MIS-C. Namun demikian, kita belum tahu banyak tentang Covid, jadi bisa saja terjadi. Jadi, tetap hati-hati, jangan sampai terinfeksi walaupun ringan,” ujar Anggi. (Detik)

Editor : Redaksi Kmm

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply