Soal Kerjasama Tenaga Kerja dengan Korsel, Irfan Minta Disnaker Proaktif

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Rencana pemerintah Bontang menjalin kerjasama pengiriman tenaga kerja dengan KBRI Korea Selatan (Korsel) mendapat respon Komisi I DPRD Bontang.

Muhammad Irfan, Sekretaris Komisi I DPRD Bontang meminta Dinas Ketenagakerjaan lebih proaktif untuk memastikan berapa banyak kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan Korsel dan jenis kerjasamanya.

“ Kami sangat mendukung, namun Disnaker harus lebih proaktif. Cari tahu berapa yang dibutuhkan, karena setahu saya memang untuk membuat 1 kapal saja, diperlukan ratusan tenaga kerja. Perlu dipastikan juga nanti statusnya benar – benar kerja atau hanya magang,” ungkapnya saat ditemui redaksi kitamudamedia.com, Rabu (13/07/2022).

Selain itu, menurut Irfan, calon tenaga kerja juga perlu mendapatkan pembekalan agar Sumber Daya Manusia (SDM) Bontang mempunyai keahlian yang handal untuk bersaing di dunia kerja internasional. Dikatakannya, pihak pemerintah bisa memaksimalkan pemanfaatan Balai Latihan Kerja (BLK) yang berada di Bontang Lestari.

“ Bila perlu, BLK itu kita gunakan. Pengelolaannya bisa Pemkot Bontang pegang, minta ke pihak Provinsi Kaltim, meskipun pengawasan tetap dipegang Provinsi, tidak jadi masalah,” papar Irfan.

Sebelumnya Pemerintah Kota Bontang , melalui Dinas Ketenagakerjaan menjajaki kerjasama peluang pengiriman tenaga kerja ke Korea Selatan (Korsel).

Dijelaskan Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang, Abdu Safa Muha pemerintah membuka akses kerjasama dengan agen – agen perusahaan Korsel yang ada di Indonesia serta memfasilitasi pekerja yang ingin ke luar negeri.

“ Saya akan tindak lanjuti dengan kementerian, apa – apa yang harus kami lakukan dan persiapkan,” ungkapnya, Jumat (08/07/2022).

Ditambahkan tenaga kerja yang paling memungkinkan adalah tenaga kerja welder. Selain itu, termasuk peluang mendapat beasiswa untuk S1 dan S2, sehingga pasca sekolah bisa langsung menjadi tenaga kerja.

Baca Juga  Tersinggung Dihina Fisik Usai 'Ngamar' Pria Muda Bunuh Sang Pacar

Soal berapa besar kebutuhan tenaga kerja, Safa mengatakan dari data Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul- Korea, setiap tahunnya, rata – rata dibutuhkan sekira 1500 – 2000 tenaga kerja welder. (Redaksi)

Editor : Kartika Anwar

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply