Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

296 Kasus Cerai Gugat di Bontang, Didominasi Sebab Perselingkuhan dan KDRT

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Pengadilan Agama (PA) Kota Bontang mencatat angka perceraian cukup tinggi, sekira 389 kasus per November 2022.

Humas Pengadilan Agama (PA) Bontang, Riduansyah mengatakan bahwa dari hasil data di Tahun 2022 di Bulan Januari – November untuk perkara perceraian ini cerai gugat dari pihak perempuan yang paling tertinggi mencapai 296 pengajuan sedangkan sisanya adalah cerai talak mencapai 93 pengajuan saja.

“Banyak yang mengajukan adalah dari pihak istri dibandingkan pihak suami di Tahun 2022 ini dari data Bulan Januari hingga November,”ucapnya saat ditemui redaksi kitamudamedia.com Kamis (10/11/22)

Dikatakan, Riduansyah bahwa ada beberapa faktor dari penyebab angka perceraian itu yakni, masalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), masalah miskomunikasi, perselingkuhan dan masih banyak lainnya.

“Ini ada beberapa faktor dari kasus perceraian diantaranya adalah masalah rumah tanggakan bisa saja karena masalah sepeleh cuman karena miskomunikasi atau ada masalah perselingkuhan dan berakibat pertengkaran, masalah KDRT juga ada,”katanya.

Namun, Riduansyah ungkapkan bahwa dari beberapa faktor yang mengakibatkan kasus perceraian dan yang menjadi dominasi adalah adanya keributan di dalam rumah tangga secara berulang-ulang.

“Dari beberapa faktor yang paling mendominasi adalah kasus pertengkaran yang dilakukan secara terus menerus, sehingga dampaknya kemana mana,”ungkapnya.

Pada kasus perceraian, pihaknya melakukan proses mediasi terlebih dahulu,
ketika suami dan istri hadir pada saat persidangan, biasanya ada beberapa yang melakukan pencabutan dari gugat maupun talak.

“Kan setelah sidang pertama kalau suami istri hadir akan kita damaikan bersama majelis hakim namun ada yang berhasil dan tidak berhasil dari proses mediasi. Ada tapi tidak banyak, biasanya berhasil karena telah melakukan mediasi,”terangnya.

Reporter : Amel
Editor : Kartika Anwar

Baca Juga  Cair Januari-April 2021 untuk 10 Juta Orang, Ini Cara Cek Penerima Bansos Rp 300.000

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply