Kerja Sama dengan BNSP, Disdikbud Aktifkan Kembali Sertifikasi Guru Asesor di Kaltim

KITAMUDAMEDIA, Samarinda – Pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur berupaya memenuhi kebutuhan asesor kompetensi dilingkungan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama (LSP-P1) SMK di Benua Etam.

Salah satunya, dengan menyelenggarakan Pelatihan Asesor dan Regonition Current Competency (RCC) bagi guru SMK se-Kaltim selama satu bulan mulai tanggal 13 November hingga 13 Desember 2022.

Kadisdikbud Kaltim Muhammad Kurniawan mengatakan bahwa pelatihan ini digelar dalam rangka untuk mensertifikasi ulang para guru yang sertifikasinya kadaluwarsa. “Guru-guru yang sertifikasinya sudah kadaluarsa, kita hidupkan lagi,” jelasnya, di Ballroom Hotel Mercure, jalan Mulawarman, Kota Samarinda.

Selain itu, pihaknya juga ingin memberikan sertifikasi baru bagi guru-guru yang belum memiliki sertifikasi sebagai asesor. “Harapan kita begitu, guru-guru yang belum memiliki sertifikasi akan disertifikasikan setelah mengikuti pelatihan ini melalui kerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” bebernya, Minggu (13/11/2022) malam.

Sehingga tujuan kedepannya, guru-guru ini bisa mensertifikasi murid-muridnya yang ada di sekolah. “Ini baru step awal kita, ada tahapan lagi nantinya. Kita mengasesor atau mensertifikasi guru-guru supaya mereka bisa mensertifikasi siswa. Itu yang penting,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia, Perekonomian Daerah dan Kesejahteraan Rakyat Christianus Benny pun memberikan pesan kepada seluruh peserta yang mengikuti pelatihan untuk bisa menjaga profesionalisme serta kejujuran dalam mengimplementasikan proses akreditasi.

“Setelah pelatihan asesor, para peserta memiliki sebuah kompetensi yang dapat mengantarkan lembaga pada penyampaian mutu pendidikannya. Semua ini sesuai dengan amanat undang-undang yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Plt Kepala Bidang Pembinaan SMK Taufiqurrahman mengakui bahwa ada banyak sekali asesor yang sertifikatnya sudah mati. Sehingga, tidak diakui BNSP.

Baca Juga  SDN 008 BU Tak Punya Parkiran, Disdikbud : Dibangun Tahun Depan

“Setelah ini, mereka semua akan diaktifkan kembali agar BNSP mengakui. Semoga dengan diklat ini, bisa memajukan dunia pendidikan di Kaltim,” harapnya.(ADV/DISDIKBUDKALTIM)

(Redaksi)

Editor : Kartika Anwar

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply