Masuk Final, Atlet Bulutangkis Raih 3 Perak

KITAMUDAMEDIA, Berau – Atlet bulutangkis Bontang kurang beruntung dalam pertandingan final di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim dengan hasilkan tiga medali perak.

Di ganda campuran, pasangan Nedi Rifqi Wahyuda dan Lintang Nurul Hamidah kalah telak melawan Kutai Kartanegara dengan skor akhir di set pertama 21 – 19. Sedangkan di set kedua Kukar masih unggul dengan skor 21 – 18.

Sementara itu, di ganda putri pasangan Lintang Nurul Hamidah dan N Azhaar berhadapan dengan kontingen Samarinda. Di set pertama Samarinda unggul dengan skor 21 – 5 kondisi yang sama terjadi di set kedua yakni Samarinda unggul dengan skor 21 – 17.

Final terakhir yakni kelas ganda putra. Pasangan Farhat Sultan Tasyawuf dan Hilbram Brilian Anthony melawan Kutai Kartanegara dengan skor akhir 21 – 5. Dengan begitu, di babak tiga final Kontingen Bontang berhasil meraih tiga medali perak.

Manager Tim Badminton Bontang Samuri mengungkapkan memasuki final tersebut jalannya pertandingan terbilang cukup berat. Tapi, sejauh ini pihaknya merasa permainan Bontang sangat membanggakan.

“Alhamdulilah, sangat memuaskan lah. Apalagi lawannya sangat berat. Dengan capaian ini kami sudah sangat bersyukur,” ucapnya.

Dikatakan, terhitung dari awal hingga saat ini pertandingan bulutangkis menyumbangkan medali sebanyak 9 terdiri dari 1 emas yang diraih oleh tim beregu putra, dan 4 perak diraih tim beregu putri, ganda campuran, ganda putra, dan ganda putri, sedangkan 4 perunggu diraih oleh tunggal putra atas nama Zidan Cahyo Nugroho, tunggal putra bernama yakni, Hilbram Brilian Anthony, tunggal putri Zahrotul Sita, dan tim ganda campuran.

“Ada sembilan medali kami sumbangkan untuk Bontang. Dan ini kali pertama dalam sejarah badminton Bontang meraih emas,” tuturnya.

Baca Juga  Acara Makan Kapurung Bersama, Bikin Satu Keluarga Kena Corona

Dijelaskan, meski perolehan medali terbilang sangat memuaskan, ada beberapa hal yang menjadi bahan evaluasi, misalnya kurangnya ketersedian anggaran berdampak pada minimnya atlet yang berpartisipasi di ajang empat tahunan itu.

“Dampaknya, beberapa atlet memainkan peran double sehingga menyebabkan kelelahan dan cedera. Kami hanya mengirim 12 atlet untuk mengikuti 7 kategori kelas. Itu saja atlet kasihan karena ngos-ngosan,”terangnya.

Reporter: Amel

Editor: Kartika Anwar

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply