Nursobah Minta 500 Masjid dan Langgar Gunakan Dana Infaq untuk Bantu Warga Miskin Ekstrem di Samarinda

KITAMUDAMEDIA,Samarinda – Penanggulangan kemiskinan di Kota Samarinda sudah seharusnya menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Mengingat, Samarinda akan menjadi kota pusat peradaban sesuai jargon dari pasangan Wali Kota Andi Harun dan Wakil Wali Kota Rusmadi Wongso.

Menurut data tahun 2022 dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Terhitung, angka kemiskinan di Samarinda menyentuh 9.032 penduduk. Kemudian, ada sekitar 1.600 penduduk yang tergolong miskin ekstrem.

Kemiskinan ekstrem di Kota Samarinda harus segera diselesaikan. Sebab, kemiskinan ini persoalan yang sangat kompleks. Bahkan, tergolong menyentuh substansi dasar dalam masyarakat. Mulai dari masalah kesehatan, pendidikan, sandang dan perumahan.

Hal tersebut dibenarkan Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda Nursobah beberapa waktu lalu. “Dari 9.032 penduduk miskin, ada 1.600 orang yang masuk dalam kategori miskin ekstrem. Data ini dari Kemenko PMK dideliver ke Samarinda,” ungkapnya.

Beberapa waktu lalu dalam rapat terbatas bersama sejumlah jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju, Presiden RI Joko Widodo menargetkan angka kemiskinan ekstrem di Tanah Air dapat mencapai nol persen pada tahun 2024 mendatang.

Maka itu, persoalan kemiskinan ekstrem yang terjadi di Ibu Kota Provinsi tentunya menjadi tantangan cukup berat bagi Pemerintah Kota Samarinda untuk menanganinya hingga tuntas.

Kendati begitu, Nursobah pun memberi usulan agar masjid dan langgar yang ada diseluruh Kota Samarinda bisa membantu warga miskin disekitarnya untuk menyelesaikan masalah ini.

“Kita ambil contoh, jadi di Samarinda itu ada 500 masjid dan langgar. Mereka bisa saling berbagi untuk membantu masyarakat miskin disekitarnya. Nanti, masing-masing masjid dan langgar bisa memberikan bantuan kepada 3 kepala keluarga yang tergolong miskin ekstrem,” jelasnya.

Bantuan yang diberikan ini tentunya didapat dari infaq masjid atau langgar di Samarinda. Sebab kata Nursobah, kas yang diterima para pengurus masjid ataupun langgar itu mulai dari puluhan juta hingga miliaran rupiah.

Baca Juga  Gempa Terkini M 2,8 Guncang Saparua Maluku Tengah, Berpusat di Laut

Ia beranggapan bahwa dana dari infaq masjid ataupun langgar ini benar-benar bermanfaat untuk warga miskin disekitarnya. Sehingga, tidak ada lagi masyarakat miskin di Kota Samarinda.

“Kalau kita dengar, di masjid dan langgar itu kasnya terkumpul dari puluhan juta sampai miliaran. Saya juga mendengar ada 1 program yang dilakukan masjid di Samarinda, seingat saya berdasarkan informasi itu ada yang namanya jumat berkah,” pungkasnya.

“Jadi setiap jum’at bagi-bagi nasi segala macam. Bukan saya tidak setuju. Alangkah baiknya, bisa tepat sasaran diberikan kepada 1.600 warga miskin ekstrem,” lanjutnya.

Jika permasalahan kemiskinan ini ingin segera diselesaikan lanjutnya, maka sosialisasikan dan berikan data penduduk miskin ekstrem ke pengurus langgar maupun masjid yang ada di Kota Samarinda.

“Makanya saya minta panggil semua pihak, silahkan disampaikan data ini untuk kemudian disosialisasikan. Ada juga yang bilang boleh nggak dibuat perwali, sangat dianjurkan,” terangnya.(Adv DPRD samarinda)( Redaksi)

Editor : Kartika Anwar

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply