5 Fakta Menarik Dirty Vote, Film Dokumenter yang Viral Jelang Pemilu 2024

KITAMUDAMEDIA,Bontang-Film dokumenter Dirty Vote belakangan ini berhasil menyita perhatian masyarakat Indonesia karena mengungkap kecurangan yang terjadi dalam pemilu. Agar memiliki gambaran terkait film tersebut, temukan fakta menarik film Dirty Vote melalui paparan berikut.

Dirty Vote merupakan sebuah film dokumenter yang resmi dirilis pada 11 Februari 2024 kemarin. Dilihat detikJateng pada Senin (12/2/2024), film Dirty Vote telah dilihat lebih dari 3,5 juta kali. Hal yang paling menyita perhatian adalah pembahasan dalam film tersebut. karena seperti judulnya, Dirty Vote mengungkap kecurangan yang memicu rusaknya tatanan demokrasi.

Lantas seperti apa fakta menarik film dokumenter Dirty Vote yang viral jelang Pemilu 2024? Sebelum menyaksikannya, simak terlebih dahulu ulasan singkatnya melalui artikel berikut.

Fakta Menarik Dirty Vote

1. Sinopsis Film Dirty Vote

Mengutip dari media sosial @pshkindonesia, Dirty Vote merupakan dokumenter yang dibintangi oleh tiga pakar hukum tata negara. Ketiganya mengungkap berbagai instrumen kekuasaan yang telah digunakan untuk tujuan memenangkan pemilu dan merusak tatanan demokrasi.

Dijelaskan bahwa penggunaan infrastruktur kekuasaan yang kuat, tanpa malu-malu dipertontonkan secara telanjang demi mempertahankan status quo. Bentuk-bentuk kecurangan diurai dengan analisa hukum tata negara dalam Dirty Vote.

Film dokumenter Dirty Vote berdurasi 1 jam 57 menit dan dirilis melalui saluran YouTube resmi Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Indonesia. Dirty Vote merupakan sebuah karya dari sutradara Dandhy Laksono.

2. Profil Tiga Ahli Hukum Tata Negara di Film Dirty Vote

Diketahui bahwa film dokumenter Dirty Vote menampilkan tiga orang ahli hukum tata negara. Ketiganya muncul untuk menyampaikan narasi dan memberikan informasi kepada masyarakat. Ketiga ahli hukum tata negara tersebut adalah Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsari.

Baca Juga  KPU Tetapkan Prabowo-Gibran Presiden dan Wakil Presiden Hari Ini

Mengutip dari laman resmi Kementerian Keuangan, profil Zainal Arifin Mochtar adalah seorang wakil ketua komite pengawas perpajakan. Ia lahir pada 8 Desember 1978 dan telah berhasil menamatkan S3 Ilmu Hukum di Universitas Gadjah Mada pada tahun 2012.

Zainal Arifin Mochtar merupakan dosen Hukum Tata Negara dari UGM yang telah memiliki pengalaman di berbagai jabatan, terutama yang berurusan dengan keuangan dan perpajakan.

Selanjutnya ada Bivitri Susanti yang menjadi perempuan satu-satunya sebagai ahli hukum tata negara yang muncul dalam Dirty Vote. Merujuk dari laman resmi PSHK, Bivitri Susanti adalah seorang pengajar di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera.

Ia dikenal sebagai salah satu pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK). Bivitri Susanti diketahui berhasil meraih gelar Master of Laws di Universitas Warwick, Inggris pada tahun 2002 silam.

Kemudian ada Feri Amsari yang dikenal sebagai aktivis hukum dan akademisi Indonesia. Dirangkum dari laman Jurnal Antikorupsi, Feri Amsari merupakan pengajar di Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang.

Selain dikenal sebagai pengamat hukum tata negara, Feri Amsari juga aktif menulis buku. 

Terutama buku-buku yang berkaitan dengan hukum, kenegaraan, politik, hingga korupsi. 

Diketahui bahwa Feri Amsari meraih gelar magister di Fakultas Hukum Universitas Andalas pada tahun 2008 silam.

3. Tayang Saat Masa Tenang Pemilu 2024

Selain menyajikan informasi yang menarik untuk disaksikan dan menghadirkan tokoh-tokoh yang ahli dalam bidang hukum tata negara, film Dirty Vote juga menarik perhatian karena ditayangkan di tengah masa tenang.

Sebagai informasi, berdasarkan informasi yang dibagikan melalui laman resmi KPU RI, dijelaskan bahwa masa tenang Pemilu 2024 akan berlangsung pada tanggal 11-13 Februari 2024. 

Baca Juga  Kontrol Arus Mudik, Ini 5 Titik Lokasi Pos Pantau

Hal tersebut menunjukkan bahwa film Dirty Vote ditayangkan pada hari pertama masa tenang Pemilu 2024 atau tepatnya pada hari Minggu, 11 Februari 2024.

4. Trending di Media Sosial

Fakta menarik Dirty Vote lainnya adalah film dokumenter tersebut berhasil masuk dalam daftar trending topik di media sosial X (sebelumnya Twitter). Berdasarkan pantauan detikJateng, hingga Senin (12/2/2024) pukul 15.30 WIB, tagar ‘Dirty Vote’ telah sampai di angka lebih dari 500 ribu postingan.

Ada banyak pengguna X yang membagikan pemikiran mereka tentang Dirty Vote. Bahkan tak sedikit yang memberikan pujian hingga apresiasi kepada tim produksi di balik film dokumenter Dirty Vote.

5. Menuai Tanggapan Para Paslon

Selain mencuri atensi dari masyarakat luas, film Dirty Vote juga berhasil menuai tanggapan dari para pasangan calon (paslon). Dilansir detikNews, ketiga paslon capres dan cawapres Pemilu 2024 diketahui memberikan tanggapan setelah perilisan Dirty Vote.

Capres nomor urut 1 yaitu Anies Baswedan mengatakan bahwa kecurangan yang diungkap Dirty Vote dianalogikan sebagai awan gelap dan hujan. Penjelasan dari analogi tersebut adalah bahwa saat awan mulai gelap, kemungkinan akan terjadi hujan. Tetapi belum dapat dipastikan apakah benar-benar hujan.

Lebih lanjut diungkap oleh Anies bahwa untuk melihat tanda-tanda seperti yang ada di peristiwa-peristiwa dalam Dirty Vote, bisa dilihat pada 14 Februari mendatang. Hal tersebut membuat Anies mengajak untuk menjaga diri agar tidak sampai kejadian.

Lain halnya dengan kubu capres nomor urut 2 yaitu Prabowo Subianto yang menyampaikan tanggapannya melalui Tim Kampanye Nasional (TKN). Masih merujuk dari sumber yang sama, TKN Prabowo-Gibran menyebut bahwa sebagian besar isi film tersebut adalah fitnah.

Habiburokhman selaku wakil TKN Prabowo-Gibran menilai bahwa apa yang disampaikan dalam film Dirty Vote tidak argumentatif dan tendensius. Ia juga menghimbau agar masyarakat tidak mudah untuk terprovokasi.

Baca Juga  Tim Layar Kaltim Pastikan Tiket ke PON Aceh-Sumatera Utara

Serupa dengan pihak capres nomor urut 3 yaitu Ganjar Pranowo. Masih dilansir detikNews, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan bahwa pemegang kedaulatan tertinggi adalah rakyat dan hal tersebut menjadi komitmen dari kubu Ganjar-Mahfud.

Hasto juga mengungkapkan bahwa pasangan calon nomor 3 melakukan pergerakan rakyat tanpa adanya manipulasi. Hal tersebut membuatnya yakin bahwa Ganjar-Mahfud akan mendapatkan dukungan dari rakyat.

Link Streaming Dirty Vote

Bagi detikers yang penasaran ingin ikut menonton film dokumenter Dirty Vote, bisa mengakses link berikut:

Nah, itulah tadi rangkuman mengenai fakta menarik Dirty Vote, film dokumenter yang viral jelang Pemilu 2024. Semoga informasi ini bermanfaat!(Detikjateng) 

Editor : Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply