Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Pertumbuhan Ekonomi Stagnan 5 Persen, Jalan Indonesia jadi Negara Maju Kian Terjal

KITAMUDAMEDIA,Bontang- Mimpi Indonesia untuk menjadi negara maju pada 2045 kian sulit. Hal ini seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi nasional yang stagnan di angka 5 persen. 

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2023 sebesar 5,05 persen. Angka ini bahkan melambat dibandingkan tahun 2022 sebesar 5,31 persen.

Untuk dapat menjadi negara maju pada 2045, baik pemerintah atau akademisi menilai, Indonesia membutuhkan laju pertumbuhan ekonomi minimal sebesar 6 persen setiap tahunnya. 

Laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen diyakini tidak cukup untuk mengejar target RI menjadi negara maju pada saat perayaan 100 tahun Indonesia merdeka.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda pun membenarkan, mimpi Indonesia menjadi negara maju menjadi semakin sulit tercapai dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang masih stagnan di angka 5 persen. Tren pertumbuhan di 5 persen ini diproyeksi berlanjut apabila tidak terdapat upaya untuk memperbaiki implikasi investasi terhadap perekonomian RI. 

“Target menjadi menjadi negara maju sulit tercapai apabila langkah pemerintah ke depan sama,” ujar dia, kepada Kompas.com, Selasa (6/2/2024). 

Meskipun demikian, Nailul bilang, pemerintah masih dapat merealisikan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen. Ini bisa dilakukan dengan memperbaiki iklim investasi, ditandai dengan perbaikan rasio investasi terhadap PDB atau Incremental Capital Output Ratio (ICOR). 

“Pertumbuhan ekonomi bahkan bisa hingga 7 persen, asalkan tadi perlu terobosan yang bagus, terutama mengurangi ICOR,” katanya.

“Masalahnya ada di tingkat korupsi sehingga biaya investasi di Indonesia menjadi mahal,” sambung Nailul. 

Hal senada disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Ia menyebutkan, apabila Indonesia dapat menekan angka ICOR, perekonomian 

Sebagai informasi, tingkat ICOR Indonesia yakni sebesar 7,6 pada Maret 2023. Angka ini dinilai masih tinggi, sebab tingkat ICOR negara maju rata-rata berada di bawah 3. 

Baca Juga  Mulai Berkantor di IKN Juli, Jokowi : Tunggu Tol Selesai

Semakin rendah tingkat ICOR, maka semakin efisien investasi dan dampaknya terhadap perekonomian semakin besar. 

“Kalau kita bisa turunkan ke angka 4, maka pertumbuhan kita akan tumbuh ke 6 dan 7 persen,” ujar Airlangga, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (5/2/2024). 

Menurut Airlangga, tingkat ICOR Indonesia yang masih tinggi menjadi wajar, mengingat saat ini pemerintah masih menyiapkan infrastruktur yang akan mendukung efisiensi investasi. 

Ia meyakini, nantinya berbagai infrastruktur yang dibangun pemerintah dapat menekan angka ICOR. 

“Saya yakin begitu infrastruktur semua terbangun, kemudian kita punya logistik akan lebih baik, maka kita bisa menggenjot pertumbuhan dengan perbaikan ICOR,” ucapnya.(kompas.com) 

Editor : Redaksi 

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply