Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Wajib Tahu, 3 Fase saat Sakit Demam Berdarah dan Cara Menanganinya

KITAMUDAMEDIA,Bontang- Kasus demam berdarah dengue (DBD) di beberapa wilayah di Indonesia kini tengah mengalami kenaikan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tiga fase yang akan dilalui pasien saat sakit DBD dan cara menanganinya.

DBD merupakan jenis penyakit yang memiliki beberapa tingkatan.

DBD memiliki tiga fase diantaranya fase demam, fase kritis, dan fase pemulihan. Ketiga fase ini perlu diketahui agar dapat dilakukan pemeriksaan serta pengobatan yang lebih optimal.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Pengurus PB IDI, Soroy Lardo, mengatakan memahami ciri-ciri atau gejala yang timbul pada setiap fase DBD sangat penting. Pasalnya hal ini akan memengaruhi tindakan apa yang harus dilakukan terhadap pasien.

“Pemahaman fase sangat menentukan penanganannya,” ujar Soroy dalam acara Media Briefing PB IDI yang dilakukan secara daring, Selasa (27/2).

Kata dia, virus DBD menginfeksi manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Jika tidak ditangani dengan benar akan memperparah penyebaran virus dan berpotensi kematian.

3 Fase dalam DBD

Berikut adalah fase-fase demam berdarah dan cara tepat menanganinya:

Fase demam (febrile phase)

Fase pertama ditandai dengan demam tinggi yang tak kunjung mereda hingga 40 derajat celcius. Fase ini disertai gejala lain seperti mual, muntah, sakit kepala, ruam merah, nyeri otot dan sendi, dan sakit tenggorokan.

Secara medis fase ini mengalami penurunan jumlah trombosit darah dengan cepat hingga kurang dari 100.000 per mikroliter darah.

Fase ini membutuhkan tindakan dokter agar mendapatkan obat dan penanganan yang sesuai.

Fase kritis (critical phase)

Menurut Soroy, ini adalah fase DBD yang paling rawan dan membutuhkan perhatian khusus. Pada fase ini, demam akan membaik dan tubuh akan kembali normal, biasanya ditandai dengan suhu tubuh yang menurun.

Baca Juga  Bontang Citimall Buka Lowongan, Cek Yuk!

Padahal ini adalah jenis fase yang paling berbahaya. Fase ini dapat menyebabkan pendarahan dan kebocoran plasma darah yang berpotensi kematian.

Fase kritis dapat terjadi sejak 3 hingga 7 hari sejak fase pertama timbul. Gejalanya dapat berupa pendarahan pada hidung atau gusi, serta penurunan tekanan darah yang drastis. Fase ini dibutuhkan perhatian khusus dari dokter yang ahli.

Fase pemulihan (recovery phase)

Secara medis fase ini merupakan fase di mana cairan yang keluar dari pembuluh darah akan masuk kembali ke dalam dalam pembuluh darah.

Pada fase ini trombosit akan meningkat hingga 150.000 mikroliter darah, naik hingga memasuki kadar normal.

“Karena setelah trombosit naik itu masih ada proses infeksi dan recovery. Jadi harus ada pengorganisasian produktivitas kerja [agar pekerjaan lebih dibatasi],” ujar Soroy.

Fase ini tidak membutuhkan banyak perhatian khusus, namun karena kondisi tubuh masih lemah disarankan dapat lebih banyak istirahat hingga membaik.

“Pada fase perbaikan biasanya disarankan dengan istirahat lima hari. Jadi virus sisa itu [virus dengue] masih ada [dalam tubuh] sampai waktu 3 minggu,” lanjut Soroy.

Soroy pun mengingatkan masyarakat, terutama orang tua agar memperhatikan dan mengingat tanda dari masing-masing fase agar pasien DBD mendapatkan penanganan yang tepat hingga dinyatakan sembuh.(CNNIndonesia) 

Editor : Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply