Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Pemkot Beber Alasan Kasus Stunting di Bontang Lambat Turun

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Meski kasus balita stunting turun dari 21,6 persen menjadi 19,6 persen, penanganan kasus stunting di Kota Bontang dinilai lambat.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bontang Dasuki mengatakan, pemerintah telah menetapkan target prevalensi stunting yakni 14 persen. Sementara kasus balita stunting di Kota Taman masih berada di 19,6 persen.

Lambatnya penurunan kasus itu ditengarai lantaran turunnya minat warga berkunjung ke posyandu.

“Dari aksi timbang di posyandu, minat kunjungan masyarakat menurun. Tahun lalu lebih dari 80 persen kunjungan posyandu, sekarang kurang dari 80 persen, hal tersebut harus menjadi perhatihan kita semua apa penyebab menurunnya minat kunjungan ke posyandu,” ungkapnya, Selasa (19/3/2024).

Dikatakan Dasuki, masalah stunting masih jadi permasalahan serius yang harus segera ditangani bersama-sama.

“Stunting ini tugas kita bersama. Saya harap, kita bisa menekan angka kasus stunting di Bontang menjadi 14 persen,” harapnya.

Ditempat yang sama Kepala Bidang Bapelitbang Hasman mengatakan, banyak faktor yang menjadi lambatnya penurunan stunting, salah satunya masih kurang optimalnya pasangan calon pengantin yang mendapatkan bimbingan perkawinan.

“Banyak faktor yang membuat angka stunting kita belum turun secara signifikan, yang menjadi PR kita bersama untuk menginjak angka 14 persen di tahun 2024,” ucapnya.

Dijelaskannya beberapa faktor yang menjadi permasalahan stunting yakni, masih rendahnya bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapatkan air susu ibu (Asi) eksklusif. Dari target Nasional 2024, 80 persen, Kota Bontang baru mencapai 59,14 persen.

“Masih rendahnya anak berusia dibawah 5 tahun (balita) gizi kurang yang mendapatkan tambahan asupan gizi. Dari target nasional 2024, 90 persen, Kota Bontang baru mencapai 54,73 persen,” lanjutnya.

Selain itu, belum optimalnya balita yang memperoleh imunisasi dasar lengkap. Target Nasional 2024, 90 persen, Kota Bontang baru mencapai 87,78 persen. Masih rendahnya keluarga yang melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Target Nasional 70 persen, Kota Bontang baru mencapai 56,86 persen.

Baca Juga  Musala Panti Jompo, Al-Maghfiro Diresmikan

“Pendampingan ibu hamil masih 20 persen,” pungkasnya.(*)

Reporter : Yulia.C
Editor: Nur Aisyah Nawir

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply