Beras dan Minyak Paling Banyak Diserbu, Ini Daftar Harga Bahan Pokok di Bazar Murah Lang-Lang

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Beras dan minyak jadi bahan pangan yang paling banyak diserbu warga Bontang di Bazar Bantu Dagang yang dihelat di lapangan Bessai Berinta Lang-Lang, Jumat (21/3/2024).

Salah satu distributor beras Hari mengatakan, ini pertama kalinya ia mengikuti event seperti ini, dan menurutnya antusias warga menyerbu beras murah sangat luar biasa.

“Beras sih paling banyak diserbu, apalagi beras sekarang lagi mahal banget,” ucapnya pada redaksi kitamudamedia.com, Jumat (22/3/2024)

Ia juga mengatakan, hari pertama bazar dirinya membawa 250 sak beras murah yang dijual dengan harga Rp 57 ribu per 5kg merek bulog dan ship, serta 1 ton beras campur.

Ditempat yang sama salah satu konsumen Sari mengatakan, dirinya sengaja membawa anak, saudara dan suami untuk membeli beras murah.

“Saya bawa semua anak dan suami untuk beli beras, karena kalau beras murah dibatasi 1 KTP cuman boleh beli 5Kg beras yang murah. Kalau bawa anak dan suami bisa beli banyak. Karena lumayan harganya apalagi beras lagi mahal,” tuturnya.

Dari pantauan redaksi, di Bazar Bantu Dagang terdapat berbagai jenis sembako dan kebutuhan pokok.

Berikut beberapa bahan pokok yang tersedia, yaitu :

  • Beras murah 5kg Rp 57.000
  • Beras biasa 5 Kg Rp 80.000
  • Beras biasa 10 kg Rp 169.000
  • Beras 25 kg Rp 419.000
  • Minyak goreng 1 liter Rp15.500
  • Minyak goreng bimoli 2 liter Rp 36.000
  • Telur 1 piring 59.000 – Rp 60.000
  • Bawang merah Rp 25.000
  • Refil gas 3 kg Rp 21.000

Sebagai informasi, khusus pembelian beras murah dan refil tabung gas 3kg diwajibkan membawa KTP dan fotocopy KK (khusus tabung gas), masing-masing KTP hanya boleh membeli 1 beras murah dan 1 tabung gas 3kg. Bazar murah ini akan berlangsung selama 3 hari, mulai dari Jumat 22 Marer 2024 hingga Minggu 24 Maret 2024.

Baca Juga  Jelang Tahun Politik, Satpol - PP Kutim Tinjau Atribut Tidak Berizin

Reporter : Yulia.C
Editor : Nur Aisyah Nawir

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply