Iseng Pasang Balihonya Sendiri, Chusnul Dhihin Malah Dilamar Jadi Wakilnya Basri di Pilkada Bontang

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 24 November mendatang, situasi politik di Kota Bontang makin memanas. Nama-nama bakal calon pemimpin di kota berjargon Bessai Berinta mulai bermunculan. Mulai dari petahana, wali kota periode sebelumnya, anggota legislator yang kembali terpilih, yang baru terpilih, maupun yang tak lagi duduk di kursi dewan, sampai pendatang baru di dunia politik turut mengincar posisi Bontang 1 dan 2.

Usia memantapkan diri maju di pesta demokrasi, kini para calon tengah sibuk mencari pasangan. Ada yang sudah “sehati”, ada yang masih menunggu titah atasan, ada pula yang ditinggalkan pun meninggalkan. Dinamika politik.

Ditengah panasnya situasi saat ini, pesona figur pendatang baru dalam kancah politik di Pilkada Bontang rupaya menyedot perhatian. Dialah Chusnul Dhihin. Sosok pria berusia 56 tahun yang mungkin masih asing bagi sebagian khalayak umum. Namun Chusnul Dhihin punya bisnis ayam krispi yang ternama di Kota Taman. Dunia Fried Chicken (DFC).

Nama Chusnul Dhihin secara resmi tercatat sebagai salah satu kandidat calon wakil wali kota. Ia berduet dengan incumbent, Basri Rase melalui jalur perseorangan.

Masuknya Chusnul Dhihin di bursa pencalonan Pilkada Bontang, bermula dari niatnya yang ingin berkontribusi lebih untuk Kota Bontang, bukan hanya di sekitar lingkungannya.

Melihat banyaknya baliho dan spanduk para calon terpampang di beberapa jalan, pria kelahiran Bojonegoro 27 Mei 1968 ini pun iseng memasang foto dirinya dibarisan para calon. Tak dia sangka, petahana Basri “melamarnya”.

“Awalnya iseng pasang spanduk, karena saya lihat siapa saja bisa untuk punya niat mengabdi kepada Kota Bontang. Saya juga ingin membangun Kota Bontang lebih baik,” ungkapnya.

Baca Juga  Merapat ke Partai Lain, Tim Neni Sebut Ada 5 Nama Calon Wakil

Tak pikir panjang, Chusnul Dhihin lantas menerima pinangan Basri untuk berjuang bersama-sama di Pilkada Bontang. Tekadnya untuk membangun Kota Bontang sudah bulat. Sampai ia tak sempat berdiskusi dengan istrinya.

“Saya kaget sekaligus senang,” ucap Dhinin sembari tersenyum.

Sebagai seseorang yang bergelut di bidang bisnis kuliner, ayah dari empat orang anak ini punya keinginan untuk memajukan UMKM di Kota Bontang, sebagaimana ia membangun usahanya.

“Saya sudah menekuni bidang ini sejak 1992. Pernah bangkrut dan bangkit lagi. Dari situlah saya juga ingin UMKM di Bontang bisa tumbuh berkembang lebih kreatif, karena UMKM jadi salah satu penyangga di kota ini,” paparnya.

“Saya siap mendampingi Pak Basri,” tegasnya.(*)

Biodata

Nama : H. Chusnul Dhihin
Lahir : Bojonegoro, 27 Mei 1968
Orang tua : H. Ahmad Syafi’i (alm) dan Hj. Muslikah (alm)
Anak : Muhammad Bagus Setiawan, Fawaid Rafsanjani, Sarah Mikyal Balqis, Hamam Abdurrahman

Riwayat Pendidikan :

SD Al Khoiriyah Samarinda
MTs Negeri Samarinda
SMAN 1 Samarinda

Riwayat Organisasi :

Pengurus Mejelis Wakil Cabang Nahdatul Ulama (NU) Bontang Selatan
Anggota Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama (LDNU)
Pengurus Wilayah Jamiyyah Rukyah Aswaja (JRA) Kaltim
Owner PT Saibah Travel Umroh dan Haji
Pembina Majelis Sholawat HCD

Reporter : Yulia.C
Editor : Nur Aisyah Nawir

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply