KITAMUDAMEDIA, Bontang — Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Berebas Tengah menunjukkan angka yang cukup tinggi. Hingga Agustus 2024, tercatat 58 kasus DBD terjadi di wilayah ini.
Kepala Puskesmas Bontang Selatan II, dr. Livia Fitriati mengatakan, puncak tertinggi kasus DBD di Berebas Tengah terjadi pada Januari lalu. Angkanya mencapai 22 kasus. Sempat turun pada Februari dengan 5 kasus, namun melonjak lagi di Maret sebanyak 13 kasus DBD.
Sementara itu, di Kelurahan Berbas Pantai, kasus yang tercatat hanya sebanyak 17 kasus. Dengan jumlah kasus tertinggi pada Januari yakni 4 kasus. Secara keseluruhan, jumlah kasus DBD di wilayah Puskesmas Bontang Selatan II yang meliputi dua kelurahan tersebut mencapai 75 kasus.
Dikatakan dr. Livia Fitriati, terdapat fluktuasi kasus DBD di Berebas Tengah dan Berbas Pantai dalam dua bulan terakhir, dengan peningkatan signifikan pada Agustus yakni 8 kasus.
“Tren kasus di 2024 naik turun setiap bulannya. Jumlah seluruh kasus sampai Agustus ada 75. Tertinggi di Januari sebanyak 26 kasus,” jelas dr. Livia pada Sabtu (7/9/2024).
Lebih lanjut, Puskesmas yang terletak di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Berebas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan ini telah menerapkan berbagai program pencegahan. Salah satunya adalah pelepasan nyamuk Wolbachia, yang merupakan program pemerintah untuk mengendalikan penyebaran DBD. Meski demikian, dr. Livia menegaskan bahwa hasil dari program ini baru dapat diketahui setelah enam bulan pelaksanaan.
“Belum dapat kami simpulkan, karena baru dapat dilihat setelah 6 bulan program ini terlaksana,” ujarnya.
Selain program pelepasan nyamuk, Puskesmas Bontang Selatan II juga telah melakukan penyuluhan dan langkah-langkah pencegahan lain, seperti Penyelidikan Epidemiologi (PE) di wilayah yang melaporkan kasus DBD, pembagian Abate, dan fogging. Semua informasi terkait pencegahan juga disampaikan kepada masyarakat melalui kader jentik di setiap RT.
“Informasi juga diberikan oleh petugas kepada warga saat turun ke lapangan, ada juga penyuluhan yang diberikan kepada lokasi RT yang beresiko DBD ,” tambah dr. Livia.
Dengan fluktuasi kasus yang terjadi, dr. Livia mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, menguras tempat penampungan air, serta menutup dan mengubur barang-barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk. Pencegahan dini di lingkungan rumah masing-masing dinilai sangat penting untuk mengurangi risiko penyebaran DBD.(*)
Reporter: Masyrifah
Editor: Icha Nawir
