KITAMUDAMEDIA,Tenggarong – Diskominfo Kutai Kartanegara bersama sejumlah perangkat daerah, organisasi, dunia usaha, dan instansi vertikal mengadakan rapat koordinasi (rakor) dan sinkronisasi Gugus Tugas Pengembangan Kabupaten Kutai Kartanegara Menuju Layak Anak untuk periode 2024-2029.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 6 November 2024, di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong, ini dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar, Hero Suprayetno. Rakor dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk narasumber dari DP3A Kukar, Bagian Kesra Setkab Kukar, Bappeda Kukar, serta DP3A Provinsi Kalimantan Timur.
Melalui rakor sehari tersebut, peserta berhasil menyusun Komitmen Bersama yang terdiri atas 15 poin kesepakatan. Komitmen ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengembangan Kutai Kartanegara sebagai Kabupaten Layak Anak.
Salah satu poin penting dalam kesepakatan ini adalah upaya meningkatkan status Kukar dari Kabupaten Layak Anak tingkat Madya ke tingkat Nindya.
“Langkah ini akan melibatkan kolaborasi erat antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi masyarakat, dan dunia usaha, untuk menciptakan lingkungan yang semakin ramah anak di Kutai Kartanegara,” ujar Hero Suprayetno.
Komitmen Bersama tersebut ditandatangani oleh Plt. Kepala DP3A Kukar dan perwakilan peserta rakor, seperti Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kukar, perwakilan kecamatan, pengurus TP PKK Kukar, dan Diskominfo Kukar yang diwakili oleh M. Agri Winata, Analis Sistem Informasi Bidang Informasi dan Komunikasi Publik.
Rakor ini juga menjadi momentum untuk menyelaraskan langkah seluruh elemen dalam meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan anak di Kukar. Dengan koordinasi yang baik, Pemkab Kukar optimis dapat membawa perubahan yang signifikan bagi anak-anak di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Pemkab Kukar berharap upaya bersama ini dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk tumbuh kembang anak dan mendukung visi menjadikan Kutai Kartanegara sebagai Kabupaten Layak Anak yang berkelanjutan.(*)
Editor : Redaksi
