KITAMUDAMEDIA,Tenggarong – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) siap memasuki babak baru dalam layanan kesehatan. Pemerintah Kabupaten Kukar menargetkan operasional empat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) pada tahun 2025 sebagai bagian dari komitmen menyediakan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap dan berkualitas bagi masyarakat.
Empat rumah sakit tersebut yakni RSUD AM Parikesit, RSUD Dayaku Raja, RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti (ABADI), dan RSUD Muara Badak. Pembangunan ini dilakukan secara bertahap dan telah menunjukkan progres signifikan.
Bupati Kukar, Edi Damansyah, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar menambah infrastruktur, melainkan bentuk peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan.
“Kami ingin masyarakat Kukar mendapat pelayanan kesehatan yang setara, modern, dan mudah dijangkau. Fasilitas baru ini dirancang untuk mendukung sistem pelayanan yang lebih efisien dan manusiawi,” ujar Edi, pada beberapa waktu lalu.
Data menunjukkan bahwa pembangunan RSUD Dayaku Raja dan RSUD ABADI telah selesai sepenuhnya. RSUD Dayaku Raja dibangun dengan anggaran sebesar Rp144,967 miliar, sementara RSUD ABADI menelan biaya Rp53,527 miliar.
Di sisi lain, pembangunan gedung tambahan RSUD AM Parikesit terus dikebut. Hingga awal 2025, progres pembangunan gedung 4 dan 5 telah mencapai 96,37 persen. Tiga gedung lainnya lebih dulu rampung pada 2023. Total investasi untuk pengembangan rumah sakit ini mencapai Rp279,962 miliar.
“RSUD AM Parikesit adalah pusat rujukan utama di Kukar. Kami berharap peningkatan kapasitasnya akan mempercepat pelayanan dan menurunkan beban pasien,” tambah Edi.
Sementara itu, RSUD Muara Badak juga menjadi perhatian khusus Pemkab. Dikenal sebagai kawasan pesisir yang cukup jauh dari pusat layanan kesehatan, warga di sana telah lama menantikan rumah sakit ini. Pembangunan dilakukan lewat skema kontrak tahun jamak (Multi Years Contract/MYC) sejak 2022.
Hingga akhir 2023, lima gedung telah mencapai 46,50 persen progres. Sisanya dijadwalkan rampung pada 2024, sehingga operasional rumah sakit ini dipastikan bisa dimulai pada 2025.
“Ini langkah besar untuk mendekatkan layanan medis ke masyarakat pesisir. Tak ada lagi alasan keterlambatan penanganan medis karena kendala jarak,” jelas Edi.
Selain sektor kesehatan, Pemkab Kukar juga memprioritaskan pembangunan di bidang pendidikan, peningkatan SDM, serta penguatan sektor sosial dan keagamaan.
“Kami ingin menjadikan 2025 sebagai tahun akselerasi pembangunan. Infrastruktur, ekonomi kreatif, pariwisata, dan hilirisasi komoditas unggulan akan terus kami dorong,” tegasnya.
Upaya lain yang akan digenjot mencakup perbaikan kualitas perumahan dan permukiman, pembangunan berbasis desa, serta pelestarian lingkungan dengan pendekatan masyarakat.
“Seluruh program ini kami rancang agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Kami tidak hanya membangun fisik, tapi juga membangun masa depan Kukar yang lebih baik dan berkeadilan,” tutup Edi.(Adv)
