KITAMUDAMEDIA, Tenggarong – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengarahkan kebijakan pembangunan olahraga hingga ke tingkat desa. Fokusnya ialah pemerataan fasilitas agar budaya olahraga dapat tumbuh merata, tidak hanya di perkotaan.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya menargetkan pembangunan dan peningkatan sarana olahraga di lima desa yang memiliki aktivitas olahraga aktif dan konsisten.
Tahun 2025 ini, Dispora Kukar menargetkan pembangunan dan peningkatan sarana olahraga di lima desa yang dinilai memiliki aktivitas olahraga aktif dan konsisten.
“Olahraga tidak boleh eksklusif. Harus ada di semua lapisan, mulai dari kampung,” ujar Ali, Rabu (29/4/2025).
Ali menilai pembangunan sarana seperti lapangan sepak bola dan fasilitas penunjang di desa merupakan investasi jangka panjang dalam membangun karakter dan kebugaran masyarakat.
Ia menyebutkan beberapa desa yang akan mendapat prioritas pembangunan tahun ini, antara lain Kenohan, Muara Badak, dan Marangkayu. Program ini mencakup perbaikan lapangan, sistem drainase, dan penyediaan tribun mini untuk mendukung kegiatan masyarakat.
“Banyak lapangan yang kondisinya sudah tidak layak. Kalau tidak kita bantu, anak-anak akan kehilangan ruang untuk berkembang,” ujar Ali.
Proses pemilihan desa dilakukan berdasarkan usulan yang masuk serta hasil survei lapangan yang mengevaluasi keberadaan dan aktivitas komunitas olahraga lokal.
Pihaknya, sambung dia, juga mendorong partisipasi aktif warga dalam pemeliharaan fasilitas, agar keberadaan lapangan tidak sekadar menjadi proyek pembangunan, melainkan menjadi pusat aktivitas sosial dan olahraga.
“Kita ingin lapangan jadi ruang hidup masyarakat. Tempat anak-anak tumbuh, remaja berkegiatan, dan orang tua bersosialisasi,” jelas Ali.
Ia berharap desa-desa yang belum tersentuh dapat masuk dalam program tahap berikutnya, seiring dengan ketersediaan anggaran dan hasil evaluasi lapangan.
“Kita bangun bukan karena dekat, tapi karena ada semangat dari masyarakatnya. Itulah yang jadi penentu,” tutup Ali. (adv/dr)
