KITAMUDAMEDIA

Proyek Hunian ASN Mulai Dibangun di IKN Tahun Ini, Investor Asing Turut Terlibat

Rusun ASN di IKN (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Pemerintah terus kebut pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Kabar terbaru, dua proyek hunian resmi masuk tahap implementasi dan siap dibangun pada kuartal kedua 2025.

Proyek ini merupakan bagian dari skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), yang dinilai sukses menarik minat investor, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Dua proyek awal yang akan dikerjakan adalah pembangunan delapan tower hunian untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh PT Nindya Karya, serta 109 unit rumah tapak oleh PT Intiland. Keduanya akan berdiri di area WP 1A, 1B, dan 1C di kawasan IKN.

Tower ASN akan memiliki total 288 unit, masing-masing berukuran 190 meter persegi. Sementara rumah tapak akan dibangun dengan tipe 390 meter persegi.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono mengatakan, proyek ini sudah mengantongi persetujuan Availability Payment (AP) dari Kementerian Keuangan dan penjaminan dari PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PT PII).

“Transparansi dan tata kelola yang baik adalah fondasi utama dalam semua tahapan investasi,” kata Basuki dalam siaran pers, dikutip dari detik.com, Minggu (8/6/2025).

Saat ini, masih ada sembilan calon investor lainnya yang belum mendapat lampu hijau sebagai pemrakarsa KPBU, namun akan diarahkan ikut lelang melalui skema solicited.

Beberapa nama besar yang tertarik berinvestasi di IKN antara lain Ciputra Nusantara, Konsorsium Triniti-Truba, IJM-CHEC (Malaysia-Tiongkok), dan Maxim. Mereka sudah menyelesaikan atau tengah menuntaskan studi kelayakan (FS).

Tak hanya itu, konsorsium asal Amerika Serikat dan Korea Selatan juga bersiap menanamkan modal besar. Konsorsium dari AS seperti PJ-IC International, Bee-Invest, Ozturk Holdings, dan Promec Joint Venture (dengan mitra dari Brunei, Turki, dan Spanyol) akan membangun 20 tower rusun dengan nilai investasi mencapai Rp 6 triliun.

Sementara itu, dari Korea Selatan, Samsung C&T menggandeng PT Brantas Abipraya untuk membangun 21 tower rusun. Nilai investasinya ditaksir Rp 6,3 triliun.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan IKN terus bergerak maju, dan peluang kerja serta ekonomi baru bakal terbuka, termasuk untuk masyarakat Kaltim, tak terkecuali warga Bontang.(*)

Redaksi

Exit mobile version