KITAMUDAMEDIA

1.080 Mahasiswa Unmul Jalani KKN di Kukar, Diharapkan Jadi Motor Pembangunan Desa

KITAMUDAMEDIA, Tenggarong-Sebanyak 1.080 mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda resmi menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 120 desa dan kelurahan se-Kutai Kartanegara (Kukar). Kehadiran mereka diharapkan mampu menjadi penggerak pembangunan desa sekaligus mendukung program pemberdayaan masyarakat yang tengah dijalankan Pemkab Kukar.


Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menaruh harapan besar terhadap 1.080 mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda Angkatan 51 yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025 di 120 desa dan kelurahan. Program ini dipandang bukan sekadar agenda akademik, melainkan juga motor penggerak dalam mendukung pembangunan desa di Kukar.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setkab Kukar, Yani Wardana, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKN menjadi momentum untuk menghadirkan gagasan baru serta energi segarbagi desa-desa. “Kami berharap para mahasiswa bisa berkolaborasi dengan pemerintah desa, sehingga hasilnya tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga mendukung visi pembangunan Kukar,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar melalui Ahmad Irji’i mengungkapkan bahwa seluruh desa dan kelurahan telah dipersiapkan untuk menerima mahasiswa. Pihak desa diminta aktif membimbing dan membuka ruang kerja sama agar program KKN selaras dengan kebutuhan lokal.

“Tema KKN kali ini bersifat tematik. Ada yang berfokus pada perhutanan desa, masyarakat hukum adat, hingga potensi unggulan di wilayah masing-masing. Mahasiswa diharapkan bisa membantu desa mengoptimalkan potensi tersebut,” jelasnya.

Program KKN akan berlangsung mulai 14 Juli hingga 20 Agustus 2025. Selain memberi pengalaman langsung bagi mahasiswa, kegiatan ini juga diyakini akan memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat dan mempercepat pembangunan berbasis potensi desa.

Pemkab Kukar optimistis, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat desa akan menjadi bentuk nyata kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan.(*Adv)

Editor : Redaksi

Exit mobile version