KITAMUDAMEDIA, Kutim – Upaya menekan angka gizi buruk di Kecamatan Sangatta Utara memasuki babak baru setelah Puskesmas Sangatta Utara memastikan rencana pembangunan rumah rehabilitasi gizi segera direalisasikan setelah mendapatkan dukungan pendanaan dari pihak perusahaan pada tahun ini.
Kepala Puskesmas Sangatta Utara, drg. Rina Puspita, mengatakan keberadaan rumah rehab gizi akan menjadi fasilitas pendukung penting untuk memaksimalkan intervensi kesehatan anak.
“Kami ingin memastikan penanganan gizi tidak berhenti pada pendataan saja, tetapi benar-benar difokuskan pada tindakan nyata untuk meningkatkan status gizi anak,” ujarnya.
Rumah rehabilitasi gizi ini akan dibangun di wilayah Sangatta Utara, berdekatan dengan sejumlah fasilitas pendidikan. Proses rehabilitasi gedung ditargetkan mulai dikerjakan tahun ini dan diharapkan bisa beroperasi pada tahun depan.
Fasilitas tersebut nantinya berfungsi sebagai pusat pemulihan gizi sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.
Hadirnya rumah rehab gizi juga memperkuat berbagai program yang selama ini berjalan di Puskesmas, mulai dari pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, hingga pendistribusian tablet tambah darah untuk remaja putri.
Berbagai kegiatan edukasi, seperti kelas ibu hamil dan kelas balita, terus dilakukan untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak dini.
Kunjungan ke rumah warga dan verifikasi data anak berisiko stunting turut menjadi bagian dari strategi agar intervensi yang diberikan tepat sasaran.
Program tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Kutai Timur melalui penyediaan susu dan paket pemulihan gizi untuk anak-anak yang sebelumnya tercatat mengalami gizi buruk.
Puskesmas juga terus melakukan evaluasi terhadap mutu layanan, meski bangunan fasilitas kesehatan belum sepenuhnya memenuhi standar.
Kualitas pelayanan tetap dijaga melalui survei kepuasan masyarakat dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan yang sebagian besar telah berstatus P3K.
drg. Rina menegaskan optimisme bahwa pembangunan fasilitas ini akan membawa dampak besar bagi penurunan gizi buruk di Sangatta Utara.
“Dengan adanya rumah rehab gizi, edukasi berkelanjutan, dan dukungan tenaga kesehatan, kami berharap generasi di Sangatta Utara memiliki masa depan yang lebih sehat,” tuturnya.(ADV)
