KITAMUDAMEDIA, Bontang — Upaya memperkuat daya saing sumber daya manusia (SDM) yang kreatif mulai mendapat perhatian lebih serius di Kota Bontang. Festival Ekonomi Kreatif yang digelar pekan lalu bukan sekadar panggung karya, tetapi momentum pencanangan Gerakan Cipta Karya Berkualitas Menuju Indonesia Emas, program yang disebut menjadi fondasi lahirnya generasi kreator masa depan.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispopar Bontang, Doddy Rosdian, menegaskan gerakan ini dirancang sebagai langkah terukur dalam memperkuat kapasitas pemuda melalui ilmu pengetahuan, kreativitas, dan teknologi.
“Nantinya kami akan menggandeng lembaga pendidikan, komunitas kreatif, pelaku usaha, sektor swasta, hingga media untuk bersama-sama membangun ekosistem kreatif yang solid dan berkelanjutan di Kota Bontang,” ungkapnya, Jumat (28/11/2025).
Menurut Doddy, tantangan global tidak lagi hanya soal keterampilan teknis, tetapi kemampuan mencipta dan beradaptasi. Karena itu, pendidikan dan ruang aktualisasi kreatif harus berjalan berdampingan.
Gerakan ini juga diproyeksikan menjadi katalis dalam menyiapkan SDM kreatif berbasis teknologi digital di tengah pesatnya revolusi industri.
“Melalui gerakan ini, kami berharap Bontang mampu melahirkan talenta-talenta muda yang bukan hanya kreatif, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di tingkat regional maupun nasional. Output dari kegiatan ini adalah SDM unggul Kota Bontang yang siap berkontribusi untuk pembangunan daerah dan Indonesia,” ujarnya.
Doddy menyebut penguatan ekonomi kreatif dan pemberdayaan pemuda bukan program sesaat, tetapi investasi jangka panjang yang diyakini dapat memberi dampak ekonomi signifikan. Melalui kolaborasi lintas sektor, Bontang diarahkan menjadi kota yang kreatif, inovatif, dan adaptif menghadapi agenda besar Indonesia Emas 2045.
Festival Ekonomi Kreatif tahun ini menjadi salah satu langkah awal. Tidak hanya menampilkan karya pelajar, mahasiswa, hingga kreator lokal, agenda tersebut sekaligus membuka ruang bagi ide baru, kolaborasi, hingga potensi industri kreatif baru di daerah.
Dalam konteks pembangunan daerah, gerakan ini menjadi sinyal bahwa Bontang mulai bersiap tidak hanya sebagai kota industri, tetapi juga sebagai ruang lahirnya kreativitas yang dapat berkontribusi pada arah pembangunan nasional.(Adv)
Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir
