KITAMUDAMEDIA, Bontang – Kepala SD Negeri 003 Bontang Utara, Abdillah, meraih peringkat pertama ajang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Transformatif 2025 tingkat nasional lewat inovasi pembelajaran inklusif yang diterapkan di sekolahnya.
Penghargaan itu diraih berkat pengembangan metode belajar adaptif bagi siswa berkebutuhan khusus, khususnya dalam penguatan literasi dan numerasi.
Abdillah mengatakan setiap peserta didik memiliki karakter belajar berbeda sehingga pendekatan pembelajaran tidak bisa disamaratakan, terutama bagi siswa inklusi.
“Anak-anak memiliki kebutuhan dan cara memahami materi yang berbeda. Karena itu guru harus mampu menyesuaikan metode belajar agar mereka tetap bisa mengikuti pembelajaran dengan nyaman,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Salah satu inovasi yang dikembangkan ialah platform digital “Sibibu” atau Sistem Informasi Belajar Inklusif. Platform tersebut menyediakan materi pembelajaran berbentuk video dengan penyampaian yang lebih sederhana, visual, dan mudah dipahami siswa.
Dalam proses pembuatannya, video pembelajaran turut melibatkan siswa reguler sebagai model praktik. Materi yang ditampilkan mulai dari aktivitas sehari-hari hingga pelajaran dasar yang disusun bertahap untuk siswa inklusi.
Menurut Abdillah, media visual dinilai lebih efektif karena siswa dapat mengulang materi secara mandiri sesuai kebutuhan mereka.
Selain membantu siswa, platform tersebut juga memudahkan orang tua mendampingi proses belajar anak di rumah. Orang tua dapat melihat metode pembelajaran yang digunakan sekaligus memantau perkembangan anak melalui aplikasi.
Ia menambahkan, keterbatasan membaca bukan menjadi hambatan bagi siswa berkebutuhan khusus untuk terus belajar karena teknologi digital membuka akses pembelajaran melalui pengamatan dan praktik langsung.
“Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak tetap mendapatkan akses belajar sesuai kemampuan dan kebutuhannya,” tutupnya. (Adv)
Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir
