KITAMUDAMEDIA

DPRD Dorong Rekrutmen Terapis Autis Center, Disdikbud Bontang Masih Tunggu Persetujuan

DPRD Bontang mendorong penambahan tenaga terapis di Autis Center.

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Keterbatasan tenaga terapis membuat layanan di Autis Center Kota Bontang belum mampu menampung seluruh kebutuhan anak berkebutuhan khusus. Saat ini, pusat layanan tersebut hanya memiliki tiga terapis aktif dan baru membuka pendaftaran kembali pada Desember 2026.

Kondisi itu mendorong DPRD Kota Bontang meminta pemerintah daerah segera menuntaskan proses penguatan kelembagaan Autis Center agar penambahan tenaga pendamping dan terapis bisa dilakukan.

Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, mengatakan perubahan Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait kelembagaan Autis Center masih berproses setelah adanya arahan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Perubahan perwalinya masih dalam proses. Karena itu, penambahan tenaga pendamping maupun terapis belum bisa dilakukan,” ujar Heri.

Menurutnya, fasilitas dan sarana pendukung di Autis Center Bontang sudah cukup memadai. Namun, keterbatasan sumber daya manusia, khususnya tenaga terapis, menjadi persoalan utama yang harus segera ditangani.

Heri menjelaskan, pemerintah daerah sebelumnya telah menyekolahkan enam calon terapis untuk memperkuat layanan di Autis Center. Namun, sebagian memilih mengikuti rekrutmen CPNS di daerah lain sehingga kini hanya tersisa tiga terapis aktif.

Karena itu, DPRD berharap penguatan kelembagaan Autis Center dapat diselesaikan tahun ini agar pemerintah daerah memiliki dasar hukum yang jelas untuk merekrut tenaga pendamping dan terapis baru.

“Kalau kelembagaannya sudah kuat, pemerintah tentu lebih mudah melakukan penambahan SDM sesuai kebutuhan pelayanan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, mengatakan usulan penguatan kelembagaan sudah diajukan ke pemerintah provinsi sejak tahun lalu, tetapi hingga kini belum rampung.

“Kita sudah ajukan berkasnya dari tahun lalu, cuman saat sudah mau kelar berkasnya, gubernurnya ganti lagi, jadi ini udah setahun belum ditanda tangani, jadi kita juga belum bisa menambah SDM,” ungkapnya.

Akibat keterbatasan tenaga terapis, Autis Center saat ini hanya mampu melayani 19 anak.

“Karena satu terapis hanya bisa melayani satu anak, jadi kita belum buka lagi pendaftaran karena tenaganya belum mempuni,” ujarnya.(Adv)

Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir

Exit mobile version