KITAMUDAMEDIA, Bontang – Sebanyak 380 warga belajar mulai menempuh pendidikan kesetaraan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Bontang.
Sebelum mengikuti proses pembelajaran, beberapa di antaranya menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) untuk mengenal lingkungan belajar, sistem pendidikan, hingga layanan yang tersedia di SKB.
MPLS berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan kesetaraan untuk beradaptasi dengan lingkungan belajar dan memahami mekanisme pembelajaran yang akan dijalani.
Kepala SKB Kota Bontang, Hairul Saleh, mengatakan MPLS tidak hanya menjadi ajang perkenalan antarpeserta, tetapi juga memberikan gambaran menyeluruh mengenai proses pembelajaran di SKB.
“Pada hari pertama kegiatan diawali dengan saling mengenal antara peserta belajar dan kepada para tutor, kemudian dilanjutkan pemaparan mengenai sistem pembelajaran, aturan, hingga layanan pendidikan yang ada di SKB,” ujar Hairul kepada para pelajar, Senin (13/7/2026).
Tahun ini, pendidikan kesetaraan di SKB Bontang diikuti 36 warga belajar Paket A, 98 Paket B, dan 116 Paket C. Selain itu, terdapat 130 warga belajar yang mengikuti program pembelajaran mandiri, sehingga total peserta mencapai 380 orang.
Hairul menjelaskan, pembelajaran reguler dilaksanakan setiap Senin hingga Rabu. Sementara itu, kelas mandiri berlangsung empat kali dalam satu semester pada malam hari, mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WITA. Pola tersebut diterapkan agar masyarakat yang bekerja tetap dapat melanjutkan pendidikan.
“Mereka memiliki latar belakang yang beragam. Ada yang bekerja sehingga kami menyesuaikan jadwal agar tetap bisa mengikuti proses belajar,” jelasnya.
Selama MPLS, peserta menerima materi yang disusun secara bertahap. Hari pertama diisi pemateri internal SKB yang mengenalkan lingkungan belajar dan mekanisme pendidikan kesetaraan. Hari kedua menghadirkan narasumber dari luar untuk memberikan materi penguatan kepada warga belajar.
Selanjutnya, pada 15 Juli peserta mengikuti seminar parenting sebagai bekal membangun karakter dan memperkuat peran keluarga dalam mendukung proses pendidikan.
Rangkaian kegiatan ditutup pada 17 Juli dengan pelatihan baris-berbaris yang dipandu personel Kodim sebagai upaya menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan.
Hairul berharap seluruh peserta belajar dapat mengikuti proses pendidikan dengan baik hingga menyelesaikan jenjang yang ditempuh.
“Melalui MPLS ini kami ingin menumbuhkan semangat belajar sejak awal. Pendidikan kesetaraan bukan sekadar memperoleh ijazah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri dan membuka peluang masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (Adv)
Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir
