KITAMUDAMEDIA, Bontang – Pengembangan kompetensi guru PAUD di Bontang tetap berjalan meski bimbingan teknis (Bimtek) tatap muka belum dapat dilaksanakan pada 2026. Guru didorong memanfaatkan webinar dan berbagai program pelatihan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan peningkatan kapasitas pendidik.
Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Miftachul Choir, mengatakan peningkatan kompetensi guru PAUD telah masuk dalam perencanaan anggaran 2026. Namun, pelaksanaan Bimtek tatap muka masih menunggu penyesuaian anggaran.
“Program peningkatan kompetensi guru PAUD sebenarnya sudah kami siapkan dalam APBD Murni 2026. Namun karena adanya efisiensi anggaran, pelaksanaannya sementara ditunda. Kami berharap APBD Perubahan nantinya dapat kembali mengakomodasi kegiatan tersebut,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Sambil menunggu pelaksanaan Bimtek tatap muka, guru PAUD tetap dapat mengikuti webinar yang diselenggarakan pemerintah maupun lembaga terkait. Materinya disesuaikan dengan kebutuhan pendidik, mulai dari implementasi kurikulum hingga penerapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak.
“Guru-guru masih bisa mengikuti webinar yang rutin dilaksanakan. Yang belum dapat kami laksanakan saat ini adalah Bimtek tatap muka,” katanya.
Selain webinar, sejumlah lembaga PAUD juga memperoleh program penguatan kompetensi guru yang difasilitasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program tersebut menjadi salah satu akses pelatihan bagi tenaga pendidik PAUD di Bontang.
Pada sisi lain, penyaluran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) bagi lembaga PAUD di Kota Bontang telah menjangkau hampir seluruh lembaga. Dari 147 lembaga yang terdaftar, sebanyak 146 lembaga telah menerima bantuan.
Satu lembaga belum menerima BOSP karena terlambat melakukan sinkronisasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) saat batas waktu yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Tahun ini ada 146 lembaga PAUD yang menerima BOSP. Satu lembaga belum bisa menerima karena terlambat melakukan sinkronisasi Dapodik saat masa cut off,” jelas Mifta.
Ia menambahkan, besaran dana BOSP yang diterima setiap lembaga berbeda karena disesuaikan dengan jumlah peserta didik yang tercatat dalam Dapodik. Data tersebut diperbarui setiap semester sehingga nominal bantuan dapat berubah mengikuti kondisi terbaru.
Dirinya berharap penambahan anggaran pada APBD Perubahan 2026 dapat membuka peluang pelaksanaan Bimtek guru PAUD. (Adv)
Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir
