KITAMUDAMEDIA

BMKG Ungkap Penyebab Karhutla di Kalimantan: Iklim Kering Efek El Nino

Foto: Ilustrasi Karhutla Kutai Barat Meluas, 415,51 Hektare Hutan dan Lahan Terbakar. (Istimewa)

KITAMUDAMEDIA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan menyebabkan kabut asap tebal. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab kemunculan titik-titik karhutla.

Titik karhutla terjadi salah satunya karena kondisi iklim yang begitu kering efek dari El Niño. Kondisi iklim kering ini lantas membuat lahan mudah dibakar dan menimbulkan banyak asap.

“Kondisi iklim kering menjadi kondisi, membuat lahan dibakar dan banyak asap,” kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan kepada detikcom, Jumat (21/8/2026).

Ardhasena juga menjelaskan hasil monitoring per Agustus 2026. Dalam monitoring tersebut, El Niño dalam intensitas yang sangat kuat.

“Hasil monitoring pada Dasarian I Agustus 2026 menunjukkan indeks IOD dasarian (indeks bulanan) sebesar +0.457 (Juli: +0.242). Sementara itu, nilai SSTA di region Nino3.4 secara dasarian (ENSO bulanan) adalah sebesar +2.77 (Juli: +2.20), yang menunjukkan El Nino dengan intensitas sangat kuat,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa sebanyak 76,5% wilayah Indonesia (535 ZOM) mengalami Musim Kemarau. Tingkat status kemaraunya pun beragam.

Untuk Kalimantan berada di status waspada dan siaga. Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masuk dalam status waspada. Sedangkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan masuk status siaga.

Dia mengatakan mitigasi karhutla harus terus dilakukan. Sebab, masih ada beberapa titik api yang perlu dimitigasi. “Masih banyak titik api yang perlu dimitigasi,” ungkapnya.

Sumber: detik.com| Editor: Redaksi

Exit mobile version