KITAMUDAMEDIA

Dukung Generasi Sehat dan Produktif, Pupuk Kaltim Ajak Siswa Bontang Cegah Diabetes Sejak Dini

Foto : Kegiatan Gerakan Edukasi dan Motivasi Sehat (GEMA SEHAT) PT Pupuk Kaltim bersama pelajar SMA di Bontang.

KLAUSAMEDIA — Tingkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya kesehatan sejak usia dini, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menggagas Gerakan Edukasi dan Motivasi Sehat (GEMA SEHAT) bertajuk “Cegah Diabetes Sejak Dini, Wujudkan Generasi Muda yang Sehat”, yang diikuti 150 siswa-siswi tingkat SMA sederajat di Kota Bontang.

Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali edukasi terkait diabetes melitus, faktor risiko penyakit, serta pentingnya menerapkan gaya hidup sehat. Selain seminar, peserta juga mendapat fasilitas pemeriksaan gula darah secara gratis, sebagai upaya mendorong deteksi dini terhadap potensi diabetes.

VP TJSL Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, mengatakan GEMA SEHAT merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk terus hadir mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat, sebagai bagian dari pembangunan sumberdaya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Kegiatan sengaja menyasar generasi muda, agar memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini sebelum muncul gangguan yang lebih serius. Keseringan konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, ditambah kebiasaan yang semakin banyak dilakukan secara sedentari, perlu perhatian bersama perlu mendapat perhatian dan ditindaklanjuti dengan lebih maksimal.

“Melalui GEMA SEHAT, kami ingin memberi pemahaman bahwa kesehatan harus dijaga sejak dini. Diabetes bukan hanya persoalan yang terjadi saat dewasa, tapi faktor risikonya dapat terbentuk dari kebiasaan serta pola hidup di usia muda,” ujar Rezha, Kamis (20/8/2026).

Untuk itu, Pupuk Kaltim mendorong para siswa tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tapi juga mulai melakukan perubahan sederhana dalam aktivitas sehari-hari. Di antaranya membatasi konsumsi gula, memperhatikan pola makan, memperbanyak aktivitas fisik, berolahraga secara rutin, hingga menjaga waktu istirahat.

“Harapan kami, para siswa dapat membawa pengetahuan ke lingkungan masing-masing, kemudian mengajak teman, keluarga hingga masyarakat untuk bersama membangun kebiasaan hidup sehat,” lanjut Rezha.

Dijelaskan Rezha, program ini juga wujud dukungan perusahaan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya mendorong peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Di mana pendidikan mengenai kesehatan merupakan bagian tidak terpisahkan dari pembangunan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

“Generasi muda adalah aset masa depan Kota Bontang. Untuk itu, kami ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat dan produktif. Salah satu caranya, memastikan mereka memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjaga kesehatan sejak dini,” terang Rezha.

Pupuk Kaltim pun berharap kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kesehatan terus tumbuh. Tidak hanya memahami diabetes dan faktor risikonya, tapi juga mampu menerapkan pola hidup sehat, serta berperan aktif sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.

“Langkah ini akan terus kami perluas, sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan generasi muda akan diabetes melitus serta faktor risiko yang dapat memicunya,” tambah Rezha.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, dr. Toetoek Pribadi Ekowati, mengapresiasi Pupuk Kaltim yang terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat. Menurutnya, GEMA SEHAT sangat relevan dengan perkembangan penyakit saat ini, khususnya diabetes melitus atau yang dikenal masyarakat sebagai kencing manis.

Sasaran kegiatan bagi para pelajar juga dinilai sebagai langkah tepat, karena diabetes yang sebelumnya identik dengan orang dewasa atau lanjut usia, kini juga didapati pada kelompok usia muda, bahkan anak-anak. Kondisi itu dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti gangguan sistem imun, pola hidup tidak sehat, konsumsi gula berlebih, hingga kurangnya aktivitas fisik.

“Diabetes melitus kerap disebut sebagai ibu dari segala penyakit, karena dapat memicu munculnya gangguan kesehatan lain. Makanya ini harus diwaspadai bersama, termasuk bagi generasi muda sejak dini,” ungkap Toetoek.

Toetoek melanjutkan, berdasarkan pengalamannya selama bertugas di RSUD Taman Husada Bontang, layanan hemodialisis yang dibuka sejak 2012 terus mengalami peningkatan kebutuhan. Pada 2014 tercatat sekitar 60 pasien reguler, namun kini pelayanan terus berkembang dengan dua shift dalam 24 jam.

Kondisi itu menunjukkan bahwa penyakit kronis tidak muncul secara tiba-tiba, tapi berawal dari kebiasaan yang dilakukan sejak muda. Untuk itu, Toetoek mengajak para pelajar untuk mulai membangun pola hidup sehat, serta menjadikan pengetahuan yang diperoleh melalui GEMA SEHAT sebagai bekal untuk menjaga kesehatan diri.

“Kalau berbicara diabetes melitus, maka gaya hidup yang salah seperti konsumsi gula berlebih, dan kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor yang harus kita cegah,” kata Toetoek.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan kesehatan. Toetoek menyebut pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga dukungan perusahaan, masyarakat, dunia pendidikan, dan sektor kesehatan menjadi kekuatan penting dalam memperkuat upaya promotif dan preventif.

“Yang menentukan masa depan adalah kita bersama. Lewat kolaborasi yang intens, insyaallah kita bisa mewujudkan generasi yang lebih sehat di Kota Bontang,” pungkas Toetoek.(*)

Editor : Redaksi

Exit mobile version