KITAMUDAMEDIA,Bontang- Program bedah rumah yang dilakukan Oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan sejatinya menyasar warga yang tidak mampu. Namun demikian, Anggota Komisi II DPRD Bakhtiar Wakkang mengaku mendapatkan informasi. Bahwasanya masih ada penerima bantuan yang tidak tepat sasaran.
“Jadi yang menerima itu merupakan tempat kos. Ada itu di Berbas Pantai salah satunya,” terangnya.
Memang penerima itu sesuai dengan identitas sasaran. Hanya ketika sudah dibedah rumahnya justru pemilik menaikkan tarif sewa. Mengingat secara struktur kondisi bangunan itu lebih mulus dibandingkan sebelumnya. “Ini yang saya bingung proses pendataannya seperti apa,” sebutnya.
Seharusnya data yang diajukan oleh pengurus RT ini dilakukan verifikasi lapangan. Tim yang melakukan verifikasi juga dari unsur lainnya.
Sehingga bisa melakukan penapisan terkait kriteria penerima bantuan. Setelah itu hasil penapisan kembali diumumkan ke pengurus RT.
“Jika skema yang dipakai demikian maka akan diketahui mana bangunan yang disewakan atau tidak,” ujarnya.
Diketahui program bedah rumah ini bersumber dari APBD Bontang. Bentuknya penerima bantuan akan membeli material dan dilakukan perbaikan huniannya. Aspek yang dibedah yakni atap, dinding, dan lantai.(adv)
Editor : Redaksi
