KITAMUDAMEDIA, Bontang – Rentetan kasus kebakaran yang terjadi di Kota Bontang sepanjang tujuh bulan terakhir patut menjadi perhatian serius masyarakat. Dari total 35 insiden kebakaran pada Januari hingga Juli 2025, kompor gas dan kabel listrik tercatat sebagai penyebab terbanyak, masing-masing terjadi sebanyak lima kasus di lingkungan rumah tangga.
“Dari Januari sampai Juli itu hampir setiap bulan ada saja kasus kebakaran regulator tabung gas atau gas kompor,” ungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, Amiluddin, melalui Kepala Bidang Pengendalian Operasional, Sarkani, ditemui beberapa waktu lalu.
Ia menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap penggunaan peralatan rumah tangga yang rawan menimbulkan percikan api. Kebiasaan sederhana justru bisa menjadi penyelamat dari bencana yang lebih besar.
“Biasakan mematikan kompor dan listrik setelah digunakan. Periksa regulator gas secara berkala dan jangan menggunakan kabel yang sudah rapuh. Jika ada tanda bahaya seperti bau gas, percikan api, atau kabel terasa panas, segera tindaklanjuti,” katanya.
Selain itu, langkah pencegahan terus digencarkan oleh Disdamkartan melalui program sosialisasi. Edukasi dilakukan baik di lingkungan warga agar lebih waspada akan bahaya kebakaran.
“Kami telah melakukan sosialisasi di lingkungan warga. Tujuannya agar kebiasaan waspada ini bisa tertanam, sehingga angka kebakaran dapat ditekan,” pungkasnya.(Adv)
Reporter: Yulia C.
Editor: Icha Nawir
