KITAMUDAMEDIA, Bontang – Sebanyak 35 insiden kebakaran terjadi di Kota Bontang sepanjang Januari hingga Juli 2025. Kasus paling banyak tercatat pada Januari dengan 9 kejadian, disusul April sebanyak 7 kejadian.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, Amiluddin melalui Kepala Bidang Pengendalian Operasional, Sarkani menyebut, dari keseluruhan data, korsleting listrik menjadi penyebab terbanyak dengan 15 kasus. Hal itu tentu menjadi ancaman utama yang perlu diwaspadai masyarakat Bontang.
“Sebagian besar kebakaran disebabkan instalasi listrik yang tidak standar, sambungan listrik berlebih, atau kabel yang sudah rapuh. Warga harus rutin mengecek kondisi listrik di rumah maupun tempat usaha,” ujarnya, Jumat (15/8/2025).
Diapaprkan, jenis kebakaran yang tercatat cukup beragam. Mulai dari rumah tinggal 3 kasus, ruko/pasar/warung/tempat penampungan 4 kasus, lahan 4 kasus, kendaraan 4 kasus, hingga fasilitas publik seperti travo PLN 3 kasus dan meteran listrik 2 kasus.
Kasus lain meliputi kebakaran kabel listrik 5 kasus, regulator tabung gas 5 kasus, perabot rumah tangga 2 kasus, saluran jaringan gas 1 kasus, dan sampah 2 kasus.
Sarkani mengingatkan, kebakaran bukan hanya merugikan secara materi, tapi juga bisa mengancam keselamatan jiwa.
“Pencegahan lebih murah dan lebih mudah dibandingkan menanggung kerugian setelah terjadi kebakaran. Edukasi ini terus kami sampaikan agar masyarakat lebih waspada,” tegasnya.(*)
Reporter: Yulia C.
Editor: Icha Nawir



