KITAMUDAMEDIA, Kutim – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Timur (Kutim) memperkuat akses layanan publik dengan menghadirkan fasilitas penunjang yang ramah anak dan ramah difabel di kantor pelayanan.
Langkah ini dirancang untuk membuat proses pengurusan dokumen menjadi lebih nyaman bagi ibu dan keluarga yang datang membawa bayi atau anak kecil.
Di ruang pelayanan, pengunjung kini dapat menemukan ruang laktasi, area bermain anak, serta kursi tunggu yang disusun ramah keluarga.
Selain itu, tersedia juga fasilitas toilet yang dapat diakses oleh penyandang disabilitas, serta area tunggu yang memisahkan ruang dalam dan luar demi kenyamanan pengunjung.
Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa penyediaan ruang-ruang ini bertujuan agar layanan adminduk tidak menjadi beban bagi keluarga, terutama ibu menyusui dan orang tua dengan balita.
“Kami sediakan tempat main anak agar ibu yang datang bawa anak bisa merasa nyaman ketika mengurus dokumen,” ujar Jumeah, Senin (17/11/2025).
Menurut Jumeah, perhatian terhadap detail kecil semacam ruang bermain dan fasilitas laktasi membantu menekan rasa cemas orang tua sehingga proses pelayanan dapat berjalan lebih cepat dan tertib.
Fasilitas difabel menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya inklusivitas Disdukcapil. Akses masuk yang datar, toilet khusus, dan kursi tunggu yang mudah dijangkau memastikan warga berkebutuhan khusus mendapatkan pelayanan yang setara.
Jumeah menegaskan bahwa pelayanan publik harus menjangkau semua lapisan masyarakat.
“Pelayanan harus ramah anak dan inklusif untuk semua warga, kami ingin semua merasa diterima saat mengurus hak-hak administrasi,” tambahnya.
Pengaturan area juga dikombinasikan dengan mekanisme antrian dan layanan cepat sehingga orang tua tidak perlu menunggu terlalu lama.
Selain itu, air minum dan kotak kritik-saran disediakan untuk memberi ruang umpan balik langsung dari pengunjung mengenai kenyamanan fasilitas.
Sejumlah pengunjung mengapresiasi fasilitas ini dan menyebut proses menjadi lebih “menyenangkan” karena anak dapat bermain sementara berkas diproses.
Dengan fasilitas pendukung yang humanis dan layanan yang lebih empatik, Disdukcapil Kutim berharap masyarakat, terutama keluarga muda dan penyandang disabilitas, merasa lebih mudah dan terlayani saat mengurus administrasi kependudukan, sebuah langkah kecil yang berdampak besar bagi kualitas layanan publik di daerah.(ADV)
