KITAMUDAMEDIA

DLH Kutim Paparkan Empat Level Program Adiwiyata, Tekankan Pentingnya Konsistensi Sekolah dalam Implementasi

KITAMUDAMEDIA, Kutim – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menegaskan komitmennya mendorong sekolah-sekolah di wilayah tersebut untuk memperkuat pelaksanaan Program Adiwiyata.

Hal ini disampaikan oleh Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLH Kutai Timur, Tanti Nur, dalam kegiatan sosialisasi yang menampilkan pemaparan lengkap mengenai jenjang atau level Adiwiyata sesuai regulasi terbaru.

Tanti menjelaskan bahwa Program Adiwiyata kini tersusun dalam empat level utama, yakni Level 1 dengan nilai dasar, Level 2 pada nilai 70, Level 3 nilai 80, dan Level 4 dengan nilai 90 sebagai kategori tertinggi.

“Empat level ini bukan hanya pembagian administratif, tetapi merupakan tahapan yang menunjukkan keseriusan sebuah sekolah dalam membangun budaya lingkungan hidup berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Level 1 dimulai dari proses administrasi seperti registrasi sekolah melalui Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) dan penyusunan dokumen perencanaan empat tahunan.

Pada Level 2, pembinaan dan penilaian dilakukan oleh DLH kabupaten/kota untuk jenjang SD dan SMP, serta DLH provinsi untuk tingkat SMA.

Tahap ini menilai kesesuaian pelaksanaan program tahun kedua. Tanti mengungkapkan bahwa banyak sekolah yang sebenarnya sudah berjalan baik tetapi belum terdokumentasi rapi, sehingga penguatan administrasi menjadi perhatian khusus.

Selanjutnya, Level 3 mencakup pembinaan dan penilaian oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama lintas kementerian. Sekolah yang mencapai level ini diwajibkan membina minimal dua sekolah lain.

“Ini bentuk kontribusi terhadap perluasan praktik baik. Bukan hanya unggul sendiri, tetapi ikut menularkan,” jelasnya.

Level tertinggi, yakni Level 4 atau Adiwiyata Mandiri, dilakukan sepenuhnya oleh KLHK dan melibatkan penilaian menyeluruh serta keberlanjutan program.

Level ini menjadi indikator bahwa sekolah telah membangun budaya lingkungan yang kuat dan konsisten.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong sekolah-sekolah di Kutim untuk tidak sekadar mengejar penghargaan, tetapi lebih memahami manfaat jangka panjang Adiwiyata.

DLH Kutim berkomitmen meningkatkan pendampingan teknis dan monitoring lapangan agar sekolah dapat mengikuti tahapan Adiwiyata secara berkelanjutan.

Tanti berharap lebih banyak sekolah di daerah ini bisa naik level pada tahun-tahun mendatang.

“Kami ingin Kutim menjadi daerah dengan ekosistem pendidikan yang paling progresif dalam isu lingkungan. Itu target jangka panjang yang sedang kami bangun bersama,” pungkasnya.(ADV)

Exit mobile version