KITAMUDAMEDIA

HIV di Kutim Meningkat, Strategi Penanganan Justru Munculkan Harapan Baru

KITAMUDAMEDIA, Kutai Timur – Kasus HIV di Kabupaten Kutai Timur terus bertambah sepanjang 2025, berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD), terdapat 104 penemuan kasus baru hingga bulan Agustus.

Kondisi ini mendorong pemerintah daerah memperkuat langkah deteksi dan pendampingan bagi masyarakat.

Sangatta Utara kembali menjadi wilayah dengan jumlah temuan tertinggi.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menyebut hal itu berkaitan dengan jumlah populasi yang jauh lebih besar dibanding wilayah lain.

Namun kenaikan angka tersebut tidak selalu mencerminkan situasi negatif, sebab semakin banyak warga yang bersedia melakukan tes.

Upaya edukasi dan pendampingan kini diperluas ke berbagai lapisan masyarakat, Dinas Kesehatan menugaskan tujuh penyuluh HIV yang mengunjungi sekolah, komunitas, hingga lokasi hiburan malam (THM) untuk menyampaikan informasi mengenai risiko perilaku seksual bebas dan pentingnya pencegahan.

Dalam kegiatan edukasi itu, para kader menjelaskan bagaimana pemeriksaan dini menjadi kunci pemutusan penyebaran. Sumarno menyampaikan hal serupa dalam kesempatan terpisah.

“Penemuan kasus yang tinggi itu justru membantu kita memutus rantai penularan lebih cepat.” ucapnya, Selasa (25/11/2025).

Selain edukasi, kelompok dengan tingkat interaksi sosial tinggi seperti pengemudi dan pekerja malam menjadi sasaran skrining berkala, pemeriksaan dilakukan beberapa kali untuk memastikan hasil benar-benar akurat.

“Skrining dilakukan hingga tiga kali dengan jenis alat tes yang berbeda untuk memastikan hasilnya akurat,” ujarnya saat menjelaskan metode yang digunakan.

Terapi bagi penderita kini tersedia dan harus dikonsumsi secara rutin. Mereka juga mendapatkan pendampingan langsung dari petugas.

Bila seseorang dinyatakan positif, pelacakan kontak segera dilakukan untuk memastikan siapa saja yang mungkin tertular, sebelum proses pendampingan medis berlanjut.

Yang menjadi nilai lebih dari program Dinkes Kutim adalah pelibatan penyintas HIV yang telah pulih sebagai kader edukasi.

Dalam berbagai pertemuan, para penyintas membagikan pengalaman mereka mengenai proses pengobatan.

Sumarno pernah mengungkapkan pentingnya kehadiran mereka. “Kesaksian mereka sangat membantu. Saat penyuluhan, para kader menyampaikan bagaimana mereka bisa bangkit dan kembali sehat.” pungkasnya.

Pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat ini diharapkan mampu menekan penyebaran HIV, sekaligus mengurangi stigma sehingga semakin banyak warga yang bersedia memeriksakan diri.(ADV)

Exit mobile version