KITAMUDAMEDIA, Bontang — Di balik rutinitas pelayanan rumah sakit yang serba cepat dan penuh risiko, muncul sebuah inovasi yang berhasil mencuri perhatian. Melalui program keselamatan kerja bertajuk “Papa Budy Kawan K3”, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) RSUD Taman Husada Bontang, Rohayu Verona Putri Nababan, sukses meraih predikat terbaik kedua pada Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Tahun 2025 Angkatan IX.
Prestasi ini menjadi catatan tersendiri bagi RSUD Taman Husada, terlebih karena inovasi tersebut menitikberatkan pada penguatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)—isu yang kerap luput namun sangat krusial dalam pelayanan kesehatan.
Inovasi Papa Budy mencakup penunjukan Person in Charge (PIC) di setiap unit kerja, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pengembangan media pelaporan digital, hingga pelaksanaan sosialisasi secara terstruktur. Langkah-langkah tersebut dinilai menjawab kebutuhan nyata tenaga kesehatan dalam menerapkan nilai ASN BerAKHLAK secara berkelanjutan.
Penilaian dilakukan setelah rangkaian proses aktualisasi sejak 3 September hingga 22 November. Tahapan itu meliputi pembelajaran daring, sesi tatap muka, penyusunan rancangan aktualisasi, hingga uji implementasi langsung di RSUD Taman Husada.
Pada seminar hasil aktualisasi yang digelar 21 November di Samarinda, inovasi tersebut memperoleh apresiasi karena dinilai memenuhi unsur isu prioritas, relevan dengan kebutuhan rumah sakit, dan memberikan dampak langsung pada peningkatan budaya kerja.
“Seminar aktualisasi ini dilakukan di Samarinda, jadi ada pengujinya,” ujar Rohayu.
Ia mengaku tidak pernah membayangkan inovasinya menjadi salah satu yang terbaik. “Saya cukup senang ternyata inovasi ini menjadi terbaik dua, dari 36 teman-teman yang melakukan persentase saat itu,” tutupnya.
Ke depan, inovasi Papa Budy diharapkan tidak hanya berhenti sebagai proyek Latsar, tetapi menjadi model penerapan K3 di lingkungan RSUD Taman Husada maupun instansi lain di Kota Bontang.(Adv)
Redaksi
