KITAMUDAMEDIA, Bontang – Pemerintah Kota Bontang menunda pemasangan lampu penerangan di kawasan wisata Mangrove Eco Park, Kelurahan Berbas Pantai. Alih-alih menambah fasilitas, Pemkot memilih memperkuat pengamanan dengan memasang kamera pengawas (CCTV) untuk mencegah perusakan dan penyalahgunaan area publik.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporpar Ekraf) Bontang, Eko Mashudi, mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi lapangan. Pengalaman sebelumnya menunjukkan fasilitas lampu di kawasan mangrove kerap rusak karena minim pengawasan.
“Pengalaman sebelumnya menunjukkan lampu sering rusak. Bukan karena kualitas, tapi karena belum ada sistem pengamanan yang memadai,” ujar Eko Mashudi kepada awak media, Jumat (30/1/2026).
Saat ini, Disporpar Ekraf memprioritaskan pemasangan CCTV di sejumlah titik strategis. Kamera pengawas tersebut telah terhubung langsung ke kantor dinas untuk memantau aktivitas pengunjung secara real time.
“Dengan CCTV yang terintegrasi, kami bisa memantau kondisi di lapangan secara real time. Ini penting sebelum menambah fasilitas baru,” jelasnya.
Eko menegaskan, pengawasan tidak hanya ditujukan untuk mencegah aksi perusakan fasilitas umum tetapi juga memastikan kawasan wisata digunakan sesuai fungsinya sebagai ruang publik dan wisata keluarga.
“Kawasan ini kami desain sebagai ruang publik dan wisata keluarga. Pengawasan diperlukan agar tidak ada aktivitas negatif seperti pesta miras atau tindakan yang tidak pantas,” tegasnya.
Setelah sistem pengamanan dinilai efektif, Pemkot baru akan merealisasikan pemasangan lampu penerangan dan lampu hias secara bertahap. Kebutuhan anggaran untuk pemasangan lampu di kawasan mangrove diperkirakan mencapai Rp200 juta, dengan realisasi menunggu hasil evaluasi pengawasan.
“Kami ingin setiap fasilitas yang dibangun benar-benar bermanfaat dan berumur panjang. Keamanan menjadi fondasi utamanya,” tutup Eko.(*)
Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir
